SEBUAH CONTOH PERILAKU DAN BUDAYA KESEHATAN

•April 16, 2009 • Leave a Comment

Oleh : Widiawan Sukarno Ardhianto

 

A.      BAHASA VERBAL

Saya bekerja pada institusi pendidikan STIKES Budi Luhur yang terletak di Bandung Barat tepatnya di Kota Cimahi. Latar belakang pendidikan saya sebenarnya adalah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Saya baru bekerja selama 4 bulan dengan tugas mengajar mata kuliah ilmu komputer. Selama bekerja pada institusi ini, saya mengalami beberapa kesulitan dalam berkomunikasi, dan yang kerapkali menjadi masalah adalah tentang istilah-istilah kesehatan. Oleh karena latar belakang pendidikan saya yang jauh dari ilmu kesehatan, maka saya kurang familiar dengan  istilah-istilah kesehatan, padahal istilah-istilah tersebut sering digunakan untuk mengaplikasikan antara komputer dan kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar. sebagai contoh konkritnya jika saya ingin memberikan contoh aplikasi computer yang dikaitkan dengan kesehatan misalnya hitung dengan menggunakan Mean pada Ms. Excel rata-rata penyakit servicks ca di wilayah A karena tidak berkaitan dengan statistik saya tidak bisa memberikan contoh begitupun dengan yang lainnya yang berkaitan dengan kesehatan. Begitu juga dengan istilah-istilah kesehatan dalam bahasa latin yang sering digunakan oleh paramedik terkadang saya tidak tahu artinya sehingga menyulitkan bagi saya untuk bisa lancar dalam berkomunikasi .

 

B.      NON VERBAL

Selain hambatan dalam komunikasi dengan bahasa verbal, saya pun acapkali mengalami hambatan komunikasi dalam bahasa non verbal. Salah satunya adalah bahasa non verbal berupa cara berpakaian. Hambatan ini saya alami saat pertama kali mengajar. Berdasarkan kebiasaan berpakaian saya di tempat kerja sebelumnya yang dituntut untuk tidak terlalu formal, saya pun datang mengajar dengan pakaian seperti itu. Akibatnya adalah saya mengalami kesulitan komunikasi dengan para mahasiswa. Mereka cenderung tidak respek dengan kehadiran saya dan bahan kuliah yang saya sampaikan tidak didengarkan dengan serius. Hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi tidak optimal.

 

C.      IDEOLOGI, Nilai-nilai, Sosial

Salah satu alumni kami pernah menceritakan pengalamannya sewaktu dia melamar ke salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Dia mengikuti seleksi pegawai yang diadakan oleh rumah sakit tersebut. Dari 3 tahap seleksi yang diselenggarakan, dia dinyatakan telah lulus seleksi tahap ke-2. Saat seleksi tahap akhir yang berupa wawancara dengan bagian HRD rumah sakit, dia dinyatakan telah memenuhi semua kualifikasi yang dibutuhkan. Namun, ada satu hal yang menyulitkan dia untuk diterima yaitu jilbab yang dikenakannya. Pihak rumah sakit menganggap bahwa jilbab dapat menghalangi dan sangat mengganggu dalam melakukan pekerjaan sebagai perawat.  Dengan keputusan seperti itu pihak rumah sakit menyuruh perawat tersebut untuk merelakan jilbabnya untuk dibuka. Karena anak tersebut mempunyai prinsip dan nilai-nilai agama yang kuat dan akan tetap pada pendiriannya maka suruhan tersebut ditolaknya dengan alasan sudah menjadi kebiasaan untuk  menutup auratnya dengan kerudung. Lalu dengan sangat terpaksa pihak rumah sakit tersebut menolak calon perawat tersebut karena tidak bisa memenuhi salah satu kriteria perawat di rumah sakit tersebut.

 

D.      BAHASA

 

Mahasiswa yang ada di lingkungan STIKES Budi Luhur berasal dari berbagai macam daerah yang ada di wilayah JABAR dan luar daerah. Selain itu mereka juga berasal dari berbagai macam suku dan kebudayaan yang berbeda. Khususnya mahasiswa baru, terkadang dosen/pengajar kesulitan dalam memberikan pelajaran dengan latar budaya JABAR karena staf pengajar kebanyakan berasal dari daerah sekitar yang kebanyakan menggunakan bahasa sunda. Maka ada beberapa dari mahasiswa yang terkadang susah untuk menerimanya walaupun sudah dijelaskan dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh sewaktu mahasiswa dapat simulasi pelajaran praktek di Puskesmas, ceritanya ada seorang ibu datang bersama dengan anaknya yang sakit, selanjutnya petugas (mahasiswa) bertanya pada ibu tersebut “Siapa yang sakit Bu?”, lalu si ibu pun menjawab “Murangkalih”. Dengan polosnya si mahasiswa tersebut menulis pada lembar status pasien dengan nama pasiennya adalah “Murangkalih”. Karena berasal dari daerah diluar jawa maka sewaktu pemanggilan anak itu, maka si mahasiswa tersebut menyebut nama “Atas nama murangkalih silahkan masuk ke ruangan periksa…” Terjadi kekeliruan karena kata ‘murangkalih’ yang dalam bahasa Sunda berarti “anak” sedangkan  diartikan oleh mahasiswa tersebut sebagai nama anak ibu tersebut.  Ini adalah salah satu contoh komunikasi bahasa yang kerap sekali muncul.

 

 

~Sofa Coklat Bergaris~

•July 22, 2008 • 2 Comments

Kulihat dirimu
saat – saat senjamu
kubayangkan kelak akan kamu
yang akan bersetubuh dengan alam

hingga kurasakan akankah lama lagi
tetapi pada akhirnya
engkau beranjak dari sofa coklat bergaris
juga dari derita dan kesendiriannmu

Peminta-minta

•July 22, 2008 • Leave a Comment

didalam sisi waktu saat ini berserakanlah segala nestapa
berdukalah pertiwi menggugah air matanya menetes oleh kelopaknya
berseterulah hasrat orang yang terbangun mencoba menyusun
senja pagi, sore malam, biar batang tubuh tercaci termaki
biar hidup penuh janji-janji sepi
gila…sungguh edan merekapun tinggalkan semua mimpi jagat dan
mencari dengan rayuan-rayuan dibalik hati suci
berharap yang Maha Menggenggam tuk berikhlas mengguyur sinar
hujan suci dari akherat walau mungkin rajanya tidak akan memberi
di tengadah dua buah tangan mesias
walau kusumat menghantui hatinya tapi air tetap mengalir dan
gagak tetap dengan hitamnya

11:06 AM 6/20/2002

:R i m b a:

•July 22, 2008 • 1 Comment

sayang jangan kau lihat kebelakang
karena ku yakin kau pasti akan terkenang
buatlah suatu harapan dan kisah baru dihatimu
yang lebih baik dari kisah kita
pastikan saja langkahmu untuk damai hatimu
saat kuberjalan di rimbanya waktu
kuingin nikmati pedihnya cinta dan rasakan dinginnya hati
kuingin sendiri melihat rapuhnya daun-daun yang bergugur
dikesendirian ini mungkin ku akan lebih baik
untuk belajar mencintai hati
kini sayang ku berjalan menyusuri jalan dan
lama kelamaan aku akan hilang di pojok sudut rimba hari
perlahan dan akhirnya tertutup pekatnya kabut

::Langit Awu::

•July 22, 2008 • Leave a Comment

ketika kau pergi
kupandangi langit biru
yang lama kelamaan
mulai mengabu dan menghitam
kutahu kau baru saja terbang

kau terbang dengan sayap-sayap tuamu
dan kulihat diatas kepalamu
lingkaran putih bercahaya
kutahu kau telah bebas dari kesakitan
hingga kulihat senyumu yang cantik

dan aku disini mencoba untuk mengerti
dan aku disini dapat merasakan apa yang dia rasakan
kubentang kedua tanganku
dan kurasakan seakan angin bersahabat
kumainkan anginnya dengan jarijemari ini
hingga sayat hembusannya
membuat air mata
sungguh kuakui aku sayang kamu

04/05/2003 14:31:04 kamar

malaikat subuh

•July 22, 2008 • 1 Comment
semerbak wangi datang di fajar…
membawa wewangian yang tak lekang
akan dibawa kemana…
rongga penciuman yang selalu
bernafsu ingin menciumnya
terus..teruss…
hingga malaikat itupun habis
di telan oleh kehampaan yang menguap