<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bienvenue sur le site M.D</title>
	<atom:link href="http://widiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://widiawan.wordpress.com</link>
	<description>karena apa yang dapat di beri, bukan apa yang dapat  di terima</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Oct 2011 14:51:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='widiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b8617af1a686abbc3d81ae3da4399233?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Bienvenue sur le site M.D</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://widiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Bienvenue sur le site M.D" />
	<atom:link rel='hub' href='http://widiawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cerita Sendiri</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2011/05/17/cerita-sendiri/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2011/05/17/cerita-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 18:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Saat ketika saya berada dalam lingkungan dimana orang lain tidak menjadi prioritas dalam kebutuhan saya, maka saat itu pula saya merasa diri saya adalah orang yang paling bisa berkarya sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat saya. Melalui sekian banyak manusia yang ada di bumi ini mungkin hanya 1-2 orang saja yang kagum dengan apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=143&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saat ketika saya berada dalam lingkungan dimana orang lain tidak menjadi prioritas dalam kebutuhan saya, maka saat itu pula saya merasa diri saya adalah orang yang paling bisa berkarya sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat saya. Melalui sekian banyak manusia yang ada di bumi ini mungkin hanya 1-2 orang saja yang kagum dengan apa yang saya lakukan, dan itu membuat saya senang, walaupun apa yang saya lakukan adalah hal yang sangat jarang dilakukan oleh orang lain dan membuat 1-2 orang tersebut kagum, ingin berkenalan, dan merasa membutuhkan pertolongan dengan apa yang saya lakukan karena mereka tersesat di bidang yang kebetulan kemampuan saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/backpacker1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-187" title="backpacker1" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/backpacker1.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a>Disaat saya berfikir akan apa yang saya lakukan itu bisa saya kerjakan sendiri, saya akan berangkat dengan membawa bekal (apapun bentuknya), yang pasti saya tidak membawa perbekalan yang sifatnya nanti akan membuat saya susah. Dalam persiapan dimana saya akan melakukan keinginan saya, saya sadar dan faham akan apa yang saya bawa, diantaranya tas, tempat minum berserta air yang berkapasitas 1,5 liter, beberapa potong roti, pisau lipat favorit tapi karena fikiran saya sedang merasa sudah jauh ditempat yang akan saya datangi, maka pisau lipat favorit kebanggaan saya lupa ditempatkan dimana maka saya bawa pisau lipat cadangan saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu saya membawa perlengkapan topi, tali temali, walkman, dan perlengkapan elektronik lainnya (kecuali HP), baju, celana pendek, sepatu running dan semua satu stel yang langsung dipakai di badan. Walaupun saya membawa bekal secukupnya tapi dalam transportasi saya membawa 1 buah mobil double cabin, yang tepat di atasnya (roof rack) ada satu buah maountain bike.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun bergegas berangkat yang sedikit demi sedikit pergi meninggalkan rumah, padahal sebelum saya menutup pintu rumah terdengar ada telepon masuk yang meninggalkan pesan. Saya melaju terus tanpa batas mencari dimana akan ditumpahkan segala kemampuan saya sendiri. Hingga malam menjelang akhirnya tiba saatnya saya untuk beristirahat di tempat perkumpulan orang yang menurut saya melakukan hal serupa dengan saya. Dengan mata terkantuk-kantuk saya pun langsung keluar dari mobil dan pindah di cabin tengah untuk tidur dengan berselimutkan sarung.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi menjelang dimana saya harus bangun dan menurunkan mountain bike yang berada di atas cap mobil saya, dengan perlengkapan yang saya bawa, saya langsung melaju dengan sepeda menuju tempat dimana saya akan melakukan aktifitas kemampuan yang saya miliki. Berangkat sambil mengayuh terus sepeda saya, dan ditemani dengan musik favorit melalui walkman dan topi agar tidak panas dan menyerap keringat, melewati gundukan pasir, batu dan apapun yang melewatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setibanya dekat dengan tempat yang saya inginkan, saya pun meninggalkan sepeda saya dengan tidak lupa untuk mengunci sepeda saya di pohon sekitar tempat itu. Saya pun berjalan melewati lembah, bukit, dan hutan dan terkadang berlari dengan penuh semangat, saya tidak galau, resah, dan gelisah saat saya harus sendiri mengatasi semua permasalahan yang nanti akan muncul. Dengan ditemani lagu rock dengan sengatan matahari yang mulai terasa di leher yang berair hingga dalam perjalanan saya bertemu 2 orang wanita sedang tersesat mencari tempat yang mereka kehendaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami pun bercakap dan saling bertanya dengan pertanyaan yang biasa ditanyakan sewaktu anda betemu orang yang tersesat, dan mereka pun bertanya dengan saya dengan pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh orang yang baru bertemu dan tersesat. Saya hanya menjawab dengan jawaban yang saya anggap saya menguasai tempat wilayah ini sehingga saya akan antar mereka ke tempat tujuan mereka. Akan tetapi mereka pun membatalkan tempat tujuan mereka semula, karena mereka berdua sepertinya lebih tertarik untuk berkunjung ke tempat yang mereka belum pernah kunji di daerah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan senang hati saya menunjukan tempat itu, saya membawa mereka ke tempat dimana orang jarang sekali melakukan hal bodoh tersebut selain saya. Dicelah yang hanya masuk sebadan orang dewasa normal itu saya, mereka masuk dengan hanya berpijak pada kaki, tangan, dan punggung tanpa alat pengaman. Setelah semua masuk lalu saya melepaskan pijakan tersebut dan membiarkan saya jatuh menuju arah gravitasi bumi sambil berteriak, Sontak kedua teman saya tadi kaget bukan kepalang melihat saya jatuh diantara dua dinding tersebut yang entah kedalamannya berapa meter, karena jika melihat kebawah dari atas sangat gelap sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun jatuh hingga akhirnya masuk ke dalam air dingin yang biru, sewaktu muncul kembali saya berteriak kepada mereka berdua apabila mereka mengikuti langkah saya tadi, mereka akan sangat merasa luar biasa berada di bawah sini. Mungkin dengan berteriak seperti itu saya bisa meyakinkan mereka jika di bawah sini sangat indah, dengan itu mereka berdua berfikir apakah benar apa yang dilakukan oleh saya itu akan aman dilakukan oleh mereka. Akhirnya mereka satu persatu mengikuti saya untuk melepaskan tangan, punggung dan kaki mereka sambil menjerit dan msauk kedalam dinginnya air.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu muncul ke permukaan mereka tidak percaya jika hal yang mereka lakukan itu sungguh-sungguh terjadi dan mereka sangat ingin mengulang kembali apa yang telah mereka lakukan hingga berkali-kali, kami pun melepas pakaian kami untuk naik kembali ke atas dan melakukan hal serupa, tidak lupa kami mengabadikan momen ini menggunakan camera vidio yang saya punya sambil bergantian.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga kami terpuaskan, akhirnya kami keluar dari celah oasis itu dan berjalan menuju tempat datangnya sinar matahari siang. Dengan rasa kekraban yang kami bangun kami pun terpaksa harus berpisah, karena saya ternyata harus melanjutkan perjalanan saya ke tempat tujuan. Kedua wanita tersebut bersalaman dengan sayadan saya pun meninggalkan mereka perlahan seraya terdengar sayup-sayup beberapa kalimat yang terlontar dari mulut mereka sepertinya salah satu dari mereka menyukai saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan saya pun terus berjalan dan berlari, sambil mendengar lagu rock kesukaan saya sambil sedikit mengikuti lantunan lyrik lagu tersebut, melewati bukit, lembah dan celah bebatuan sambil merasakan dengan indra angin,udara dan tekstur bebatuan dengan menggunakan kedua telapak tangan saya seakan ini adalah kekuasaanku, aku pun akhirnya melewati batu dan turun ke dalam celah yang lebih dalam lagi seperti jalur bekas air hujan yang mengalir.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu saya menginjak batu besar itu sebelumnya saya yakin bahwa batu tersebut kuat untuk saya pijaki sebelum saya turun ke celah terdalam pada cadas tersebut, saya pun turun dengan tangan mencengkram batu yang pada akhirnya saya bersama batu tersebut jatuh bersamaan karena batu tersebut ternyata tidak kokoh untuk tempat saya menggantung. Saya pun terjatuh kurang lebih sedalam 5 meter dari tempat saya berpijak terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya saya pun berteriak kesakitan karena ternyata tangan kanan saya terhimpit batu besar diantara dinding celah tersebut. Disinilah awal mula saya merasakan bahwa we can&#8217;t do everything without U&#8230;lanjut cerita tapi masih dengan kesanggupan saya, akhirnya saya berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan batu yang menghimpit tangan saya tersebut dengan kedua bahu, tangan kiri, hingga paha kedua kaki saya, batu pun tidak bergeser sedikit pun dari tempatnya. Siang pun berlalu seraya saya melihat ke atas hanya burung elang hitam yang terbang melintasi celah bebatuan tersebut seakan-akan pulang ke sarangnya dan bertemu dengan keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun melepaskan segala perlengkapan saya yang masih menempel di badan satu persatu agar mengurangi beban letih saya ; topi, jam, tas, walkman, dan lain-lain dengan menggunakan tangan kiri saya, saya mencari pisau lipat yang saya bawa, bermaksud ingin mencoba memahat batu yang menghimpit tangan saya ini. Setelah ketemu saya mencoba terus memahat batu tersebut, hingga <a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/t49201-1-782.gif"><img class="alignright size-medium wp-image-185" title="t49201.1.782" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/t49201-1-782.gif?w=205&#038;h=300" alt="" width="205" height="300" /></a>tengah malam tiba, setelah melihat jam tidak terasa ternyata sudah pukul 2.45 pagi. Saya baru sadar ternyata saya belum minum setetes air pun, sontak tangan kiri saya langsung mengambil tempat minum yang didalam nya masih tersisa air kurang lebih 1 liter lagi, saya reguk sedikit air tersebut agar tidak cepat habis. Saya pun beristirahat sejenak dengan tidur sambil berdiri&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga pagi menjelang dan saya kaget dan terbangun hingga terlihat di antara celah bebatuan yang menghimpit tangan dan tubuh ini, perlahan lahan cahaya mentari masuk di antaranya. Tanpa terasa kaki menahan semalaman berat tubuh ini hingga semua darah dalam tubuh ini menuju ke kaki dan dingin seperti es, dan perlahan sinarnya pun mendekati kaki ini dan berhenti sekitar jarak 50 cm lalu saya julurkan salah satu kaki saya ke sinar tersebut dan bermaksud untuk mendapatkan panasnya hingga kaki ini tidak beku. Dan saya pun merasakan kaki pucat saya disinari mentari pagi yang sarat akan vitamin.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun meminum air di dalam tempat minum plastik warna biru lagi hingga berkurang 5 mili, saya pun mengulangi pekerjaan saya untuk melepaskan himpitan batu tersebut, saya berusaha untuk memecahkan sedikit demi sedikit batu itu dengan pisau saya, dan bukanya bongkahan-bingkahan besar yang saya dapat akan tetapi hanya debu yang saya hasilkan oleh pisau ini, dan ujung pisau yan ghancur sedikit-demi sedikit. Lalu saya kembali berdialog dengan handycam saya dan berkata &#8220;jangan sekali-kali anda menggunakan produk china..!!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Siang menjelang mata pun mulai tidak kuat karena menahan lapar yang terangat sangat, saya kembali minum air dalam botol saya 5 mili lagi, saya coba mencari sisa roti yang saya bawa dan memakanya sedikit. saya pun terus bekerja mengikis batu tersebut sambil bernyanyi mendendangkan beberapa lagu rock kesukaan saya, hingga tisak terasa waktu pun berlangsung sore hari dan saya selalu melihat ke atas burung elang yang selalu melintasi celah diatas kepala saya jika akan pulang menuju keluarganya. Hingga malam menjelang dan gelap. Saya coba memasang headlamp yang saya bawa danterus bekerja memehat batu keras itu hingga tengah malam saya pun dihinggapi rasa kesal dan menganggap semua ini bohong, dan saya masih bersikeras semua ini akan saya tangani dan saya pasti akan bisa keluar dari situasi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kekesalan tersebut akhirnya saya kecapaian dan tertidur, di dalam tidur saya bermimpi melihat sofa warna coklat muda yang sangat nyaman dan perlahan datanglah satu demi satu keluarga tercinta saya hingga orang yang telah meniggalkan saya dan mereka semua duduk dengan manis di sofa tersebut. Sontak saya terbangun dalam tidur tersebut dan melihat di sekitar saya ternyata masih dinding berbatu, hingga tidak terasa saya kembali meminum air di dalam botol saya 2 teguk. Setelah meminumnya saya pun merasakan dan mendengar di belakang saya seperti ada anjing di dalam film-film kartun yang sedang menertawakan saya. Saya pun kaget dan mencari anjing itu hingga ahirnya saya sadari saya baru saja berhalusinasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga pagi menjelang sudah hari ke tiga saya bertahan, saya selalu mengerjakan aktifitas rutin sebagaimana di hari-hari sebelumnya saya beraktifitas. Siang pun menjelang dan kondisi tubuh ini sudah mulai menurun, karena roti yang saya bawa akhirnya habis saya hanya bisa membayangkan saya sedang makan dan minum di sebuah restoran termahal di dunia dan di layani oleh pelayan profesional. Anjing kartun halusinasi saya pun muncul dalam pikiran saya beberapa kali dan hampir seperti wujud asli, dia pun berpindah-pindah tempat sesuka dia di dalam celah itu sambil tertawa terbahak-bahak.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun mereguk air yang hanya tinggal tersisa 5 mili lagi, saya mencoba membuat tempat yang nyaman untuk saya tidur di malam hari dengan mencoba membuat tempat tidur dengan menggunakan tali panjat dengan keahlian yang saya miliki. Akhirnya tali itu pun membentuk sebuah tempat tidur gantung. Hingga malam menjelang saya pun kembali bernyanyi dan mencoba berbicara kembali dengan handycam saya, hanya mengatakan saya pun ternyata masih bisa nyaman di dalam kesulitan saya dan dengan kemampuan ini saya masih kuat untuk bisa bertahan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasa setiap malam tiba dan setelah saya bekerja seharian untuk membongkar batu keras itu, saya pun terlelap dalam tidur ini dan mimpi-mimpi selalu menemani saya kembali ke dalam pelukan keluarga saya sewaktu saya masih kecil dan duduk di sofa coklat muda di temani oleh ayah dan ibu, seakan dekapan mereka adalah dekapan ternyama. Hingga dua orang wanita yang saya temui di dalam perjalanan saya 4 hari yang lalu datang dan mencium kening saya di kolam renang, saya pun terlena dengan segala nikmat di dalam mimpi saya, tanpa terasa pagi pun menjelang hingga saya melihat ternyata celana saya basah dan dipenuhi cairan &#8216;bening&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya melakukan buang air besar dan kecil pun di tempat tersebut, jadi saya coba untuk melihat diri saya ternyata mulai sadar saya seperti anak kecil yang tidak terurus. Hari ke lima saya coba untuk berfikir dengan ide gila saya apabila saya potong saja tangan saya dan saya akan terbebas dari kesengsaraan ini, tapi itu pun saya tidak berani. Saya pun berfikir kembali jika saya lolos dari masalah ini saya akan membunuh anjing halusinasi saya, saya akan tidur seharian di sofa coklat muda itu dan saya berfikir hal-hal yang membuat saya puas untuk membalas semua penderitaan yang saya alami saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Air terakhir ternyata sudah habis, tidak ada makanan, tidak ada teman, hanya tikus dan serangga gurun yang lewat di dalam celah itu, siang menjelang halusinasi itu makin menjadi, karena saya coba melawan rasa lapar dan haus sewaktu mentari di atas kepala. Akhirnya ide tidak masuk akal saya pun muncul untuk membendung air seni saya di dalam botol minuman saya, lalu saya tempatkan botol air tersebut di bawah tubuh saya dan saya beri sedotan panjang menuju ke mulut saya. Tidak berfikir panjang lagi, saya pun akhirnya meminum air seni saya dengan rasa yang begitu menyakitkan. Saya selalu merekam kondisi di mana saya tidak bisa berfikir panjang untuk berbuat sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Besok harinya yaitu hari ke enam saya akhirnya memutuskan untuk berhenti berusaha, saya pasrah dengan kondisi, saya  sudah perkirakan akan mati di tempat sempit ini, saya pun tidak melakukan apa-apa pada hari ke enam ini, dan saya berfikir akan sangat percuma saya keluarkan energi berlebih untuk hal yang tidak mungkin saya lakukan. Berdiam dari pagi hingga menjelang sore, saya akhirnya meneteskan air mata, saya berteriak sekuat tenaga, dan saya merasa diri ini bodoh tidak bisa melakukan hal yang mungkin selalu di lakukan oleh saya. Akhirnya badai hujan pun datang awan menjelang sore tiba-tiba berubah menjadi gelap hingga turun setetes demi setetas air hujan, perlahan membesar dan akhirnya hujan lebat pada malam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tubuh ini perlahan basah kuyup dan tanpa terasa karena sifat air mencari tempat terendah, sejumlah debit air yang cukup besar pun mengisi celah-celah bukit berbatu tersebut, tanpa terkecuali celah dimana saya terjebak. Paniknya kondisi tersebut saya hanya bisa memasukan peralatan saya semula kedalam tas anti air saya. Hingga akhirnya air pun perlahan menenggelamkan kaki, paha, perut, dada, leher dan kepala saya. Saya pun tenggelam di dalam penuhnya celah bukit itu oleh air hujan, dengan mangambil sisa nafas (oksigen) sewaktu air di sebelum menenggelamkan tubuh ini saya pun mencoba bertahan dan akhirnya saya berfikir saya akan mati saat ini, saya akan mati tanpa ada orang yang tahu. Hingga akhirnya gelap gulita saya rasakan, saya rasa saya sudah mati&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Cahaya mentari mulai menyinari wajah saya perlahan di pagi hari, dan saya pun terbangun dari kondisi tidak tersadarkan diri, saya rasa saya sudah di surga atau neraka sekarang. Akan tetapi saya coba untuk mencubit bagian tubuh saya, dan ternyata saya masih merasakan sakit dan itu menandakan saya masih di beri hidup, saya pun berteriak kembali dan berkata &#8220;saya masih hidup, terimakasih Tuhan&#8221;, dengan itu saya pun menangis, dan bersimpuh serta berdoa. Saya bukan siapa-siapa tanpa Tuhan, semua yang saya miliki dan saya ahli kan ternyata belum seberapa di bandingkan dengan kebesaranNYA.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/positive.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" title="positive" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/positive.gif?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a>Akhirnya saya memulai untuk berfikir positif kembali, saya pun mencoba memutuskan dengan kekuatan yang ada untuk mencoba kembali lagi berjuang, karena saya yakin Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk berbuat yang lebih baik, karena Tuhan selalu mencintai manusia yang selalu bersyukur dan berusaha. Akhirnya saya pun mencoba keluar dari situasi ini, dimana saya bertekad tidak akan mengulangi segala pekerjaan bodoh saya kemarin, tapi saya mencoba bercermin dengan kebodohan itu dan ternyata saya merasa masih mempunyai kekuatan untuk hidup kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun memutuskan untuk mengikhlaskan apa yang saya miliki dan sayangi dari saya sewaktu dilahirkan dengan kehidupan saya ke depan, itu adalah harga yang harus saya bayar atas kesalahan saya hingga saat kemarin. Saya pun akhirnya memotong tangan saya dengan pisau buatan china tersebut, dengan sebelumya saya bendung dulu tangan saya dengan tali bermaksud agar tidak banyak darah yang keluar. Perlahan demi perlahan kulit, lemak, otot, daging, nadi, hingga tulang putih saya digergaji dengan menggunakan punggung pisau china itu karena bergerigi. Setelah tulang putih saya terpotong, kebali lagi persyaratan tingkat pemotongan tangan saya pun terpenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun akhirnya terlepas dari penderitaan ini, saya bungkus tangan buntung yang masih berdarah segar dengan baju saya, saya pun dengan sakitnya langsung bergegas dan membawa tas langsung pergi meninggalkan celah neraka tersebut. Berlari terus mencari pertolongan, hingga akhirnya saya bertemu dengan sebuah keluarga yang sedang tersesat dan akhirnya meminta bantuan kepada mereka, dan mereka pun langsung mencoba menghubungi tim pertolongan yang ada dan dekat di tempat itu. Tidak lama kemudian pesawat heli pun datang danpara petugas langsung mengangkat tubuh lemas saya kedalam pesawat.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya bisa menangis sewaktu Tuhan memberikan pertolongan berlebih kepada saya&#8230;ini adalah pelajaran bagi saya, dan saya akan mencoba membaginya kepada semua orang di sekitar saya nanti. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu saya pun akhirnya masih mencoba melakukan hal-hal ekstreem itu, dan saya yakin dengan tindakan Tuhan memberikan teguran kepada saya, bukan berarti Tuhan memberikan perintah untuk berhenti berkarya di bidang itu, akan tetapi hanya memberikan peringatan bahwa kita adalah manusia yang berjalan di atas bumi, dimana langit di junjung tidak lebih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=143&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2011/05/17/cerita-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/backpacker1.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">backpacker1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/t49201-1-782.gif?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">t49201.1.782</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/05/positive.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">positive</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Pola Pikir</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2011/04/05/hari-pola-pikir/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2011/04/05/hari-pola-pikir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 04:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MSDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Paradigma terbentuk dari lingkungan dan di dalam keluarga, terkadang pembentukan pola pikir, nalar, sensitivitas dan naluri serta adat istiadat menjadikan seseorang berprilaku. Pada beberapa orang prilaku menjadi sebuah kekhasan, di mana orang tersebut berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari dan orang lain menjadikan orang tersebut sebuah ciri. Selanjutnya disebut sebagai pendidikan atau biasa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=151&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Paradigma terbentuk dari lingkungan dan di dalam keluarga, terkadang pembentukan pola pikir, nalar, sensitivitas dan naluri serta adat istiadat menjadikan seseorang berprilaku. Pada beberapa orang prilaku menjadi sebuah kekhasan, di mana orang tersebut berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari dan orang lain menjadikan orang tersebut sebuah ciri. Selanjutnya disebut sebagai pendidikan atau biasa yang disebut dengan sekolah. Pada kebanyakan orang memandang bahwa mereka yang mempunyai pendidikan berarti mereka yang mengetahui lebih dulu tentang isi dunia ini dari pada orang yang tidak berpendidikan. Orang yang tidak berpendidikan lebih mengutamakan naluri mereka dengan memberdayakan potensi pola pikir seadanya dalam artian pola pikir yang terbentuk sebagai karunia yang diberikan Sang Pencipta, karena manusia pada dasarnya diciptakan lebih mulia dari mahluk lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembeda manusia berpendidikan dengan manusia tidak berpendidikan menurut penulis adalah hanya tingkat pola pikir, secara otomatis pola pikir mereka berbeda,<span style="color:#ffcc00;"><strong> jika berpendidikan berarti dia harus bisa memanfaatkan potensi lahiriah manusia dengan menautkan beberapa bidang yang dikuasai pada beberapa hal/kasus sehingga berkembang ke dalam pola pikir yang sifatnya adaptif, kreatif, serta dinamis</strong></span> dan manusia model seperti ini biasanya bermanfaat bagi semua orang, mempunyai kedudukan di masyarakat,  mempunyai materi yang cukup, berwawasan, terpandang dan lain-lain. Sedangkan manusia yang tidak sama sekali mengenyam pendidikan, mereka akan berpola pikir <span style="color:#ffcc00;"><strong>bagaimana cara mempertahankan hidup, agar bisa diapresiasi oleh orang lain di lingkungannya</strong></span>. Seperti yang telah di bahas di atas bahwa pola pikir mereka terbentuk dengan sendirinya jika keadaan atau kondisi berubah dalam waktu cepat atau lambat, artinya dimana kehidupan mereka sedang tersudutkan secara naluri mereka akan berfikir bagaimana cara agar bisa dikendalikan, sehingga kehidupan mereka dapat berjalan sesuai dengan perubahan lingkungan sekitar.Manusia tipe ini biasanya kurang bermanfaat bagi semua orang, tidak mempunyai kedudukan di masyarakat, tidak   mempunyai materi yang cukup, kurang berwawasan,kurang terpandang dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tidak mengindahkan norma kebudayaan yang secara otomatis berpengaruh di dalam berprilaku baik manusia berpendidikan maupun tidak berpendidikan. Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dibanding dengan negara lain karena wilayahnya yang berpulau-pulau, ini menunjukan bahwa keberagaman pola pikir pun berbeda-beda, bahkan berada di satu pulau pun, asal wilayahnya sudah jauh perbedaan tersebut sesudah sangat terasa. Kebudayaan sebagai salah satu faktor lahiriah yang memotivasi seseorang dalam berpola pikir yang sebenarnya jika disadari dapat berubah-ubah sesuai dengan lingkungan, karena dapat dikatakan manusia mahluk sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada ahirnya kebudayaan di suatu lingkungan dapat merubah pola pikir manusia baik yang berpendidikan maupun yang tidak. Dapat dikatakan <span style="color:#ffcc00;"><strong>manusia yang baik adalah manusia yang bisa menghadapi arus kebudayaan secara linier dengan tidak melupakan asal usulnya</strong></span>. Pembuktian telah banyak manusia, baik yang berpendidikan maupun yang tidak dirasa berprilaku <a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/otak-kirikanan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-165" title="Otak kiri &amp; kanan harus seimbang, ada garis linier dan itu adalah kita..." src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/otak-kirikanan.jpg?w=950" alt=""   /></a>berubah-ubah sesuai dengan kondisi awal mereka, mungkin keadaan ini disebabkan karena ketahanan yang kurang terbawa arus kebudayaan yang lebih dominan dari pada kebudayaan asal-usulnya. Perubahan pola pikir tersebut memang ada yang bersifat positif artinya perubahan pola pikir yang tadinya kurang bisa diterima di masyarakat umum, sekarang mulai bisa diterima atau sebaliknya yang tadinya positif menjadi negatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik manusia berpendidikan maupun tidak, hal ini memang sulit sekali dihindari. Beberapa manusia berpendidikan mengatakan bahwa &#8220;kami akan mengubah dunia dengan ilmu kami!&#8221;, tapi bagi manusia yang tidak berpendidikan mengatakan &#8220;kami akan mengubah nasib kami dengan sebisa mungkin!&#8221;.<span style="color:#ffcc00;"><strong> Pendidikan yang seharusnya mengubah pola pikir menjadi lebih linier, tidak arogan, lebih bijak dan berlapang dada</strong></span>, akan berubah pada prakteknya menjadi sebaliknya karena prilaku dan kebudayaan yang sudah termodifikasi ke arah negatif. Prilaku manusia yang seharusnya dikarenakan kebutuhan yang mendesak karena arus global kian cepat akan menjadi kian giat, semangat, dan bekerja keras, akan berbanding terbalik dengan maraknya tindakan kriminal yang ada di rimbunnya hutan belantara dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah contoh kasus agar pembaca mendapatkan gambaran ; si A menikah dengan si B, si A adalah seorang wanita dan si B adalah seorang pria, mereka dibesarkan pada dua kebudayaan yang bertolak belakang. Si A berlatarkan kebudayaan yang menganggap bahwa manusia itu harus santun, saling menghargai, hormat kepada adat istiadat, dimana bumi dipijak langit pun dijunjung, dan lain-lain. Sedangkan si B berlatar kebudayaan yang menganggap bahwa manusia itu harus mempertahankan hidup bagaimana pun caranya, temperamen merupakan satu-satunya agar tidak tergilas roda kehidupan, menganggap hal biasa padahal hal tersebut luar biasa pengaruhnya bagi orang disekitarnya, arogansi adalah cara tepat untuk berkehidupan, dan lain-lain. Terjadilah perang kebudayaan yang berujung adalah pergumulan ketidakcocokan antar kedua pasangan tersebut, yang jika terlihat orang lain sebenarnya mereka cocok-cocok saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam peperangan tersebut pastinya ada yang kalah dan ada yang menang, mungkin karena cinta, kasih sayang yang terlanjur sudah melekat di hati akhirnya salah satu dari pasangan tersebut mengalah. Dalam hal ini tergantung siapa yang kebudayaannya sangat kuat atau dominan mereka  pasti yang menang dalam peperangan. Dalam cerita akhirnya si A pun menyerahkan kebudayaannya tergilas oleh norma adat istiadat si B, si A akhirnya meniru dan berusaha menyesuaikan dengan kebudayaan si B melalui sikap arogansi yang sudah ditanamkan oleh si B kepada si A. Sayang seribu sayang jika si A memang berpendidikan atau tidak, seperti yang sudah diurai di atas seharusnya akan sangat mudah jika memang kondisi seperti itu bisa dibuat linier, dalam artian bahwa<strong><span style="color:#ffcc00;"> kondisi dimana dia harus membagi hati dengan tidak mengindahkan norma adat/kebudayaan yang dia telah miliki sewaktu kecil</span></strong> (tetap pada jalurnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Ada contoh kasus lain, misalkan si B sekolah hingga jenjang perguruan tinggi dimana tempat sekolah si B merupakan tempat sekolah favorit, si A pun ternyata sekolah di tempat dimana jenjangnya setaraf dengan si B, akan tetapi tempat dimana si A sekolah bukan merupakan sekolah favorit. Dalam perjalanannya jika dilihat secara kualitas, pasti berbeda antara sekolah favorit atau tidak, sebagai contoh si B dalam menyelesaikan studinya tersendat karena proses yang cukup sulit sedangkan si A dengan sangat mudahnya lulus karena proses yang tidak terlampau sulit. Disini dapat kita menyaksikan bahwasanya <strong><span style="color:#ffcc00;">kualitas institusi dapat juga mempengaruhi pola pikir seseorang dalam berprilaku selain dari pengaruh kebudayaan</span></strong>.<a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/windowslivewriterironiharipendidikannasionalindonesia-7317sekolah-2.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-168" title="Institusi yang baik mempengaruhi pola pikir" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/windowslivewriterironiharipendidikannasionalindonesia-7317sekolah-2.jpg?w=150&#038;h=110" alt="" width="150" height="110" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa pegawai senior di suatu institusi biasanya apabila tidak terpapar pendidikan yang secara otomatis ter <em>up to date</em>, mereka akan berfikir bahwa &#8220;kami yang lebih dulu disini, jadi kami yang seharusnya bisa menentukan kebijakan kemana arah armada ini akan dijalankan!&#8221;. Padahal semua kebijakan yang dibuat sungguh tidak masuk akal bagi bawahan yang <em>notabene</em> mereka sudah terpapar oleh beragam ilmu dan kebudayaan baru. Ditambah lagi apabila mereka semua mengenyam pendidikan lanjut dimana tempat mereka sekolah merupakan tempat yang bisa melegalkan segala cara untuk memperoleh gelar akademik (BESAR KEPALA).</p>
<p style="text-align:justify;">Di beberapa institusi yang di sebut favorit pun ternyata dalam mencetak tenaga profesionalnya, menghasilkan beberapa manusia yang siap guna, akan tetapi tergantung dalam hal tertentu juga. Kondisi seperti ini membuat sebuah <strong><span style="color:#ffcc00;">pola pikir yang kaku, fragmatis, kebanggaan institusi yang mendalam</span></strong>, sehingga apabila di kombinasikan dengan manusia yang sekolah di tempat yang biasa-biasa saja akan menjadikan permasalahan hebat dalam berkehidupan bersama. Kecenderungan sifat dasar manusia itu apabila keyakinan sudah di tetapkan sebagai tujuan hidup pribadi yang mereka nilai baik tanpa mengedepankan unsur manusia sebagai mahluk sosial memang sangat sulit walau gampang dirubah (di luar norma agama).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kenyataanya baik manusia berpendidikan atau tidak, tetap saja kembali lagi ke dalam diri masing-masing, apakah kita termasuk orang yang bisa beradaptasi atau tidak. <strong><span style="color:#ffcc00;">Keseimbangan hidup itu akan lebih baik apabila manusia bisa menempatkan diri dimana dia berposisi</span></strong>, maksudnya terkadang ke kanan, terkadang ke kiri, tapi tetap satu tujuan yaitu mencapai suatu jalan yang lurus. Sebagai contoh logik, apabila kita sedang menaiki kereta api, apa yang terjadi jika antara rel dan roda tidak satu jalur? kadang berhenti, menurunkan penumpang, kadang berjalan perlahan dan cepat, kadang melintasi palang penjaga pintu di jalan raya, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/pola-pikir-sukses-300x225.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-169" title="pola-pikir-sukses-" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/pola-pikir-sukses-300x225.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Kesimpulan banyak manusia yang berpendidikan sukses dalam menjalankan hidup, tapi banyak juga orang yang tidak berpendidikan menjalankan hidupnya lebih sukses dari yang berpendidikan, begitupun sebaliknya banyak orang berpendidikan gagal dalam menjalankan hidup bahkan banyak juga yang bertindak bodoh, apalagi yang tidak berpendidikan. Hal semacam ini meudah-mudahan akan menjadi wacana bagi para pembacanya khususnya penulis itu sendiri. Thanks semoga bermanfaat, saran dan kritik yang membangun akan lebih bermanfaat bagi penulis karena sempurnanya hanya milik Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">(bila ada kemiripan kisah dengan para pembaca, mohon dimaafkan bukan maksud menjatuhkan akan tetapi coba kita introspeksi diri kita agar diri kita bisa lebih baik, karena sesungguhnya jika diri kita dilihat dari<strong><span style="color:#ffcc00;"> ribuan bahkan jutaan galaksi di luar angkasa sana diri kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sebutir debu</span></strong>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=151&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2011/04/05/hari-pola-pikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/otak-kirikanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Otak kiri &#38; kanan harus seimbang, ada garis linier dan itu adalah kita...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/windowslivewriterironiharipendidikannasionalindonesia-7317sekolah-2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Institusi yang baik mempengaruhi pola pikir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/04/pola-pikir-sukses-300x225.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pola-pikir-sukses-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena mencari sesuap RICH</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/17/fenomena-mencari-sesuap-rich/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/17/fenomena-mencari-sesuap-rich/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 04:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 14 Maret 2011 Hari ini pukul 5.00 subuh saya berangkat menuju dua buah kota, dimana kota-kota tersebut merupakan wilayah cakupan market perolehan calon mahasiswa yang nantinya akan menjadi mahasiswa sebuah sekolah tinggi kesehatan. Dalam perjalanan menuju kota ini saya bersama-sama dengan rekan kerja yang berinisial D, B, D/N, yang sebelumnya saya sebagai ketua rombongan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=112&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Senin, 14 Maret 2011</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/dsc00677.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-174" title="Pemasangan Spanduk" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/dsc00677.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Hari ini pukul 5.00 subuh saya berangkat menuju dua buah kota, dimana kota-kota tersebut merupakan wilayah cakupan market perolehan calon mahasiswa yang nantinya akan menjadi mahasiswa sebuah sekolah tinggi kesehatan. Dalam perjalanan menuju kota ini saya bersama-sama dengan rekan kerja yang berinisial D, B, D/N, yang sebelumnya saya sebagai ketua rombongan wilayah merasa kecewa karena salah satu dari rekan saya (D) telat datang yang mengakibatkan keterlambatan hingga 1 jam dari waktu yang telah disepakati. Hingga akhirnya kami pun berangkat&#8230;dalam perjalanan karena kami ber-empat belum sarapan akhirnya kami mencari makanan di sepanjang jalan menuju kota yang kami jajaki. Pada akhirnya kami sepakat untuk membeli bubur ayam, karena cocok untuk mengisi kekosongan perut di pagi hari.</p>
<p style="text-align:justify;">sebelum menemukan tempat yang tepat untuk makan bubur kami mendapati kemacetan di pagi hari, dan kami berfikir jika kemacetan itu ditimbulkan karena pasar, sekolah atau terminal bis yang pasti menjadi sumber kemacetan utama. Setelah kendaraan yang kami tumpangi melewati sumber kemacetan tersebut, ternyata saya melihat ada taburan tanah ditengah jalan&#8230;dan setelah melewati kerumuan orang saya pun melihat sebuah motor matic warna biru putih dengan bagian depan hancur dipinggir jalan&#8230;mhh saya berfikir sebuah pagi yang mengenaskan bagi pengendara motor tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">akhirnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara tersebut tepatnya disamping pom bensin ada gerobak bubur ayam yang terlihat mengoda mata hingga air liur ini keluar secara otomatis dari sumbernya. Setelah menepikan langsung kendaraan saya dan ketiga rekan saya langsung menghampiri tukang bubur ayam tersebut dan memesannya. Pada waktu makan bubur ayam panas dan menggoda itu, ketiga rekan saya dan termasuk saya tidak ada satu orang pun yang hendak menanyakan kejadian kecelakaan sesungguhnya itu bagaimana, dan hati saya berkata dan berdoa semoga tidak ada satu orang pun membicarakan hal tersebut sewaktu kami melahap bubur panas nan enak tersebut, kiranya apabila hal tersebut hingga tercetus.. saya akan muntah  dan mungkin hilang selera makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga pada suapan terakhir dan minum teh pahit panas&#8230;rasanya lega, tapi setelah berselang 5 menit akhirnya salah satu rekan saya pun bertanya kepada tukang bubur ayam tersebut &#8220;mang gimana kejadian kecelakaan tersebut?&#8221; lalu si bapak penjual bubur tesebut menjawab &#8220;Saurna aya budak sakola boncengan, pas nyiap truk, ti arah berlawanan aya mobil langsung mepet ka payuneun truk labuh we&#8230;&#8221; lanjut salah satu rekan teman yang lain berkata &#8220;maot teu pak jalmina?&#8221; si bapak menjawab &#8220;saurna ceunah sirahna ge jadi bubuk&#8230;&#8221;dari pembicaraan tersebut langsung bergegas saya lari ke toilet yang ada di pom bensin tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dari kamar mandi, kami pun bergegas meninggalkan lokasi tukang bubur. Sesampainya dikota tujuan kami, kami langsung mendatangi beberapa sekolah SMK swasta dan negeri yang terdapat didaerah tersebut, kami melakukan promosi melalui pemasangan baligo, penyerahan brosur hingga pemasangan spanduk. Terlepas dari itu semua kami pun melakukan pendekatanpersonal kepada guru, staff, ketua yayasan, kepala sekolah, dan bimbingan konseling di sekolah masing-masing yang kami kunjungi. pada saat kebanyakan sekolah yang kami kunjungi adalah sekolah swasta tanpa disadari sekolah negeri terlewati, lalu kami berempat berinisiatif untuk mencari sekolah negeri yang ada di kota tersebut. Setelah berjalan sekitar 1 kilometer kami pun menemui sekolah negeri pertama yang ada di kota tersebut, sekolahnya bagus, siswanya banyak, lengkap dengan satuan pengaman, dan pada waktu kami kesana suasana akademiknya baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat kami meminta ijin kepada satpam ternyata Satpam pun dengan ramahnya walaupun dengan nada membentak, menunjukan letak ruangan guru BK (bimbingan konseling). Kami pun berjalan menuju ruangan yang ditunjuk oleh satpam, lalu kami pun bertemu dengan bapak berseragam PNS, dan kami pun bertanya &#8220;selamat siang pak, kami dari STIKes budi luhur cimahi ingin mengadakan promo, apakah kami dapat bertemu guru BK&#8230;?&#8221;, lalu bapak itu  menjawab &#8220;ooo baik pak silahkan tunggu dulu , saya panggilkan orangnya&#8230;!&#8221;, dengan senang hati kami pun menunggu, dan tidak berselang lama ada sosok bapak-bapak gemuk, seperti keturunan arab datang ke arah kami duduk dan berkata &#8221; mau promo ya?&#8230;&#8221; kami pun tersenyum dan menjawab&#8221; iya pak&#8230;&#8221; bapak itu pun menjawab&#8221; mari.mari kesini kebetulan saya guru BK nya..&#8221;sambil membuka pintu ruangan BK yang terkunci.</p>
<p style="text-align:justify;">setelah kami dipersilahkan duduk kami pun memberitahukan maksud dan tujuan, serta menjelaskan sedikit tentang institusi dan program-program yang kami akan suguhkan buat calon mahasiswa kami. Pada pertengahan penjelasan yang pada waktu itu saya sedang bicara lalu bapak tersebut memotong dengan bicara&#8221; sekarangmah gini aja, langsung pada point nya ya pak&#8230;bapak mau  memberikan keuntungan berapa ke saya?karena bukan apa-apa ya ini kan bisnis ya, jadi saya harus tau dulu berapa uang yang bapak ingin kasih ke saya, karena ini kan secara tidak langsung bapak menyuruh saya untuk masuk ke kelas-kelas dan itu tidak ada yang gratisss&#8230;!!!&#8221; saya dan rekan saya pun terperanjat sekejap, dan akhirnya saya menjawab&#8221; oooo tenang pak itu pasti kami pikirkan&#8230;&#8221;lalu saya menyuruh rekan saya untuk menjelaskan vie yang akan didapat apabila memberikan rekomendasi, dan rekan saya pun menjawab&#8221; untuk jurusan s1 dan d3 keperawatan kami akan menawarkan Rp. 200.000,- /orang, dan untuk d3 kebidanan Rp. 150.000/orang&#8230;&#8221;sebelum teman saya melanjutkan pembicaraanya, langsung si bapak tersebut menjawab&#8221; nih pak saya kasih tau ya&#8230;bapak itu menyuruh saya untuk promo, datang ke kelas-kelas untuk membujuk siswa agar sekolah di tempat anda ini&#8230;bayangin saya hanya dikasih uang segitu?!!!udah tidak jaman atuh pak!&#8230;saya kerja jadi guru BK itu tunjangan dan gajinya hanya sedikit! jadi saya itu gedenya dari bisnis ini pak!!&#8221; saya dan rekan saya kaget luar biasa, karena baru kali  ini saya promo dihadapkan dengan fenomena ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya dan rekan saya pun berusaha dan dengan menahan emosi yang luar biasa kepada ucapan bapak tersebut. Lalu si bapak tersebut bicara dengan nada seperti waria &#8220;nih saya kasih tau kalau sekolah lain itu minimal Rp. 1000.000,-/kepala ngasih kepada saya bersih&#8230;, belum lagi uang pendaftaran itu dikasihkan kepada saya semua.., ini apa hanya Rp. 200.000,-gak ada artinya pak dibandingkan dengan perolehan mahasiswa&#8230;sekolah kami ini sekolah internasional dan terbaik dikota ini, jadi saya jamin kualitas juga terjamin&#8230;&#8221; saya dan rekan saya pun kaget bukan kepalang karena apakah permainan dalam perolehan calon mahasiswa itu seudah ada mafia juga??saya berusaha menjelaskan kepada bapak tersebut&#8221; pak kami terus terang kaget mendengar ada sekolah yang dalam kegiatan promosinya memberikan dana yang besar pada program PMB nya&#8230;hebat!!&#8221;lalu si bapak itu memotang lagi&#8221;tuch kan makannya bilang sama atasan bapak kalau diluaran itu sudah seperti ini&#8230;males ah saya mah&#8221;seraya sambil melempar brosur dan surat rekomendasi kami, di meja yang sudah bertumpuk brosur yang saya nilai ini brosur-brosur yang ditolak karena mungkin hanya memberikan vie sedikit, atau malahan tidak sama sekali kepada bapak tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kekesalan yang memuncak seakan tidak dihargai&#8230;kami pun ingin rasanya bergegas meninggalkan bapak gendut, tua, hitam yang tidak tau diri itu&#8230;dan akhirnya dengan rasa dongkol kami pun pamit dengan baik-baik&#8221;baik pak saya dan rekan saya ingin berpamitan, terimakasih untuk waktu dan kesempatannya&#8230;mudah-mudahan kerjasama kita saling bermanfaat ya pak..&#8221;lalu dengan nada sedikit marah, sibapak menjawab&#8221;iya sama-sama, tapi satu hal yang anda harus tahu, saya tidak akan mempromosikan institusi bapak kecuali vie nya dinaikan&#8230;, tapi ya jika ada siswa sini yang tertarik langsung, ya itu rezeki bapak?!saya menjawab&#8221;ya&#8230;mangga silahkan,  itu kan hak sekolah&#8230;, yang penting kami sudah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya&#8230;mangga pak terimakasih&#8221;saya dan rekan saya pun langsung minta ijin untuk pulang dan memasang banner di mading, lalu kami pun bersalaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi ada kejadian yang sangat-sangat membuat rasanya ingin muntah, si bapak berbicara kembali&#8221;ini gak ada sovenir apa-apa untuk saya?masa atuh souvenir juga gak punya???&#8221;sambil melihat baju promo PMB kami yang terlihat keren&#8230;dia berbicara kembali&#8221;itu aja atuh lepas bajunya salah satu&#8230;!!&#8221;lalu saya menjawab hampir kesal&#8221;maaf pak bukannya kami menolak, tapi kan saya dan rekan saya tidak menggunakan baju dalam lagi!!?dan ini baju buat promo satu-satunya pak!!&#8221;kalau tidak ingat sedang promo saya sudah marah dan mungkin adu fisik dengan bapak setengah gila itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">kami pun bergegas meninggalkan ruangan dan langsung memasang banner di mading yang terletak tepat didepan ruangan guru BK sableng itu..sewaktu kami pasang selang waktu 3 menit si guru BK itu memanggil kami kembali, karena saya terlanjur kesal bukan kepalang, saya suruh rekan saya saja yang menemuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah apa yang diingininya kembali, sesudah beres memesang banner saya langsung pergi dari area itu sambil berjalan pelan dengan niat menunggu rekan saya yang dipanggil tersebut. Lalu setelah berjalan bersama saya bertanya kepada rekan saya itu&#8221;ada apa tadi si bapak sableng itu memanggil&#8230;?!lalu rekan saya menjawab&#8221; pak kekeuh si bapak mau suruh saya membuka baju saya&#8230;dan memberikannya sebaga kenang-kenangan&#8230;!!?.saya pun tambah kesel serasa tidak dihargai sebagai manusia dan dijalan saya marah sambil bergegas dan berbicara&#8221;hayooo cepat kita menyingkir dari tempat orang sakit jiwa ini&#8230;, saya kapok dan tidak mau lagi kembali ketempat ini&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu kami munuju kendaraan kami, yang disana sudah ada dua rekan kami menunggu sambil akan berniat pasang spanduk di sekolah tersebut, lalu saya dan rekan saya berbicara&#8221; sudah kita langsung cepat pergi dari sekolah ini, n**is, dasar sin**ng, dasar ben**ng, anj**ng, kep**at&#8230;&#8221;rekan saya yang tidak tahu persoalannya bertanya&#8221;lha kenapa bos, kunaon kitu(kenapa gitu), ada apa??&#8221;saya menjawab &#8220;ayo cepat nanti saja saya jelaskan&#8230;.!!!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Fiuuuhh&#8230;para pembaca maaf ya mungkin tidak sepantasnya tulisan ini saya tulis, tapi saya dengan adanya blog ini setidaknya saya, rekan saya, dan semua yang ingin promo ke sekolah khususnya sekolah negeri, mohon kiranya harus sudah siap dengan hal semacam ini. walau tidak semua sekolah negeri seperti ini, tapi saya yakin dan berharap  hanya sedikit sekolah yang mempunyai guru seperti bapak tadi, karena tidak menutup kemungkinan secara tidak langsung guru tadi sudah membuat jelek citra buruk sekolah negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">semoga bermanfaat, setidaknya hati dan pikiran kami yang terkoyak semua sudah tercurah didalam tulisan ini, thanks God and wordpress without you this resentment would still be there and poison our hearts and minds</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=112&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/17/fenomena-mencari-sesuap-rich/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/dsc00677.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pemasangan Spanduk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Keterampilan Perawat</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/meningkatkan-keterampilan-perawat/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/meningkatkan-keterampilan-perawat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 05:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat keterampilan tenaga perawat di Indonesia dinilai masih rendah, sehingga permintaan dari luar negeri untuk merekrut perawat dari Indonesia sangat minim. Sebagai salah satu upaya meningkatan kualitas keperawatan, pada 2011 ini Stikes Budiluhur Cimahi menjalin kerja sama dengan Filipina.&#160; Wali Kota Cimahi, H.M. Itoc Tochija mengaku bangga Stikes Budiluhur dapat membuka kerja sama dengan Filipina. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=105&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="585">
<tbody>
<tr>
<td>Tingkat keterampilan tenaga perawat di Indonesia dinilai masih rendah, sehingga permintaan dari luar negeri untuk merekrut perawat dari Indonesia sangat minim. Sebagai salah satu upaya meningkatan kualitas keperawatan, pada 2011 ini Stikes Budiluhur Cimahi menjalin kerja sama dengan Filipina.&nbsp;</p>
<p>Wali Kota Cimahi, H.M. Itoc Tochija mengaku bangga Stikes Budiluhur dapat membuka kerja sama dengan Filipina. Karena seperti diketahui, Filipina menjadi negara pengekspor tenaga perawat terbesar ke negara-negara maju di Eropa, Amerika, dan negara-negara di Timur Tengah.</p>
<p>&#8220;Pemerintah mendukung dan berkomitmen bersama-sama dengan Stikes Budiluhur dalam mencetak tenaga perawat untuk go international dengan menjalin kerja sama pendidikan keperawatan Indonesia-Filipina,&#8221; ungkap Itoc saat menghadiri launching dan penandatanganan MoU Stikes Budiluhur dengan Pendidikan Keperawatan Filipina, yang dihadiri Dubes Filipina, H.E. Maria Rosario C. Aguinaldo, di kampus Stikes Budiluhur, Jln. Leuwigajah, Selasa (1/3).</p>
<p>Itoc menilai kerja sama peningkatan mutu keperawatan di Stikes Budiluhur akan meningkatkan kualitas perawat di Cimahi. Pasalnya, 60% mahasiswa Stikes merupakan warga asli Cimahi.</p>
<p>Direktur pendidikan keperawatan Indonesia-Filipina, Prof. Carmen Toribio Ramos R.N., M.Ph., D.N.E. mengatakan, saat ini Filipina menjadi panutan dalam peningkatan derajat dan kualitas keperawatan. Sehingga, lulusan perawat di Filipina lebih banyak mengais dolar di negeri orang. Sedangkan jumlah perawat di dalam negerinya menjadi berkurang. Melalui kerja sama ini diharapkan kualitas perawat di Indonesia dapat setara dengan perawat di Filipina.</p>
<p>&#8220;Sekarang Indonesia dan Cimahi benar-benar menjadi rumah kedua saya setelah Filipina. Karena pendidikan keperawatan dilakuan secara serius. Berdasarkan laporan badan PBB, untuk dekade mendatang dibutuhkan 4 juta tenaga keperawatan yang berkualitas internasional. Menghadapi kebutuhan perawat yang hebat, mengapa Indonesia tidak bisa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kendati menerapkan sistem pendidikan keperawatan di Indonesia, Carmen mengaku tenaga perawat asal Filipina tidak perlu tersaingi. Carmen pun meminta wali kota agar Klinik Budiluhur meningkat menjadi laboratorim pelatihan dan pendidikan dengan setting rumah sakit internasional. &#8220;Kami berjanji kepada wali kota klinik tersebut akan memenuhi standar amdal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua Stikes Budiluhur, Ijun Rijwan berjanji dalam lima tahun ke depan pihaknya akan mengirimkan tenaga perawat yang berkualitas ke negara-negara di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.</p>
<p>&#8220;Untuk mewujudkannya, pada awal 2011 ini kami sudah membangun atmosfer akademi, menambah tenaga dosen serta menyekolahkan dosen ke Filipina,&#8221; katanya. (B.109)**</p>
<p>sumber : <a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/bangmneo.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-106" title="bangmneo" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/bangmneo.gif?w=361&#038;h=44" alt="" width="361" height="44" /></a>Rabu, 02 Maret 2011</td>
</tr>
<tr>
<td height="15"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=105&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/meningkatkan-keterampilan-perawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/bangmneo.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bangmneo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lulusan Perawat Akan Dikirim ke Luar Negeri</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/lulusan-perawat-akan-dikirim-ke-luar-negeri/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/lulusan-perawat-akan-dikirim-ke-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 04:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Budi Luhur Kota Cimahi, Ijun Rijwan Susanto mengatakan, pihaknya menargetkan pada lima tahun ke depan akan mengirimkan lulusan sekolahnya ke luar negeri. Seperti ke Amerika, Eropa, dan Filipina. Saat ini pihaknya masih merancang kurikulum internasional dengan mendatangkan pengajar profesional dari Filipina. Hal itu untuk mempersiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=100&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Budi Luhur Kota Cimahi, Ijun Rijwan Susanto mengatakan, pihaknya menargetkan pada lima tahun ke depan akan mengirimkan lulusan sekolahnya ke luar negeri. Seperti ke Amerika, Eropa, dan Filipina.</p>
<p>Saat ini pihaknya masih merancang kurikulum internasional dengan mendatangkan pengajar profesional dari Filipina. Hal itu untuk mempersiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan negara yang akan dikirimkan.</p>
<p>&#8220;Kami sedang mencanangkan <em>go international</em>, dan membangun atmosfer akademik. Selain itu juga pengembangan tenaga dosen ke Filipina, karena negara itu nomor 1 dalam pengembangan pendidikan kesehatan,&#8221; ujarnya, Selasa (1/3) .</p>
<p>Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija menambahkan, pihaknya sedang membangun komitmen, khususnya bidang pendidikan. Menurutnya, saat ini sudah memasuki dunia global.</p>
<p>&#8220;Selama ini kami belum membangun <em>sister city</em>. Kalau dalam forum, ada  forum wali kota untuk bertukar informasi antar negara-negara di Asia,&#8221;  ujarnya. <strong>(guy) </strong></p>
<p><strong>sumber : </strong><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/tribun_jabar.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-101" title="tribun_jabar" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/tribun_jabar.png?w=300&#038;h=85" alt="" width="300" height="85" /></a></p>
<div>Selasa, 1 Maret 2011 | 15:02 WIB</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=100&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/lulusan-perawat-akan-dikirim-ke-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/tribun_jabar.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tribun_jabar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STIKes Budi Luhur Go International Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Keperawatan Filipina</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/stikes-budi-luhur-go-international-jalin-kerja-sama-dengan-perguruan-tinggi-keperawatan-filipina/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/stikes-budi-luhur-go-international-jalin-kerja-sama-dengan-perguruan-tinggi-keperawatan-filipina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 04:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Keterbatasan anggaran pemerintah membuat peran aktif masyarakat dan swasta sangat diperlukan dalam pengembangan pendidikan di Kota Cimahi. Saat ini pemkot baru bisa memfokuskan diri untuk penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun, sehingga pengembangan pendidikan tinggi memerlukan peran aktif pihak lain. Walikota Cimahi Itoc Tochija mengatakan, pendidikan saat ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Cimahi. Pasalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=86&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/0103stikes1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-91" title="0103stikes" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/0103stikes1.jpg?w=300&#038;h=188" alt="" width="300" height="188" /></a>Keterbatasan anggaran pemerintah membuat peran aktif masyarakat dan swasta sangat diperlukan dalam pengembangan pendidikan di Kota Cimahi. Saat ini pemkot baru bisa memfokuskan diri untuk penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun, sehingga pengembangan pendidikan tinggi memerlukan peran aktif pihak lain.</p>
<p>Walikota Cimahi Itoc Tochija mengatakan, pendidikan saat ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Cimahi. Pasalnya pendidikan merupakan sektor penghasil sumberdaya manusia berkualitas untuk pembangunan Cimahi. Terlebih dengan terbatasnya sumberdaya alam di kota kecil yang terdiri atas tiga kecamatan itu.</p>
<p>Di sisi lain, perguruan tinggi di Kota Cimahi diharapkan bisa menjalin hubungan saling menguntungkan dengan pemkot dan masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan bisa mencetak tenaga kerja berkualitas untuk pembangunan. &#8220;Sementara pemerintah dan masyarakat bisa menjadi klinik studi bagi perguruan tinggi,&#8221; katanya seusai Pencanangan STIKes Budi Luhur Go International, Selasa (1/3).</p>
<p>Acara tersebut juga dihadiri Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Rosario C. Aguinaldo dan ahli keperawatan Filipina Prof Carmen Toribio Ramos. Kehadiran keduanya juga dalam rangka meresmikan kerjasama antara STIKes Budi Luhur dengan perguruan tinggi keperawatan Filipina.</p>
<p>Sejauh ini, tambah Itoc, Pemkot Cimahi sendiri sudah menjalin kerjasama yang cukup baik dengan perguruan tinggi di Kota Cimahi dan Kota Bandung. Bersama Unpad dan ITB, Pemkot Cimahi pernah melakukan kajian terkait masalah sampah. Sementara dengan STIKes Budi Luhur telah menjadi salah satu penghasil tenaga perawat terbaik di Cimahi.</p>
<p>Saat ini STIKes Budi Luhur 60 persen mahasiswanya adalah warga Cimahi. &#8220;Ini bentuk komitmen yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM Kota Cimahi,&#8221; tutur Itoc.</p>
<p>Sementara itu, Dubes Filipina Maria Rosario mengatakan, pemerintah Filipina akan mendukung dan memfasilitasi penuh setiap kerjasama antarlembaga pendidikan Indonesia dan Filifina. Seperti diketahu, Filipina saat ini memang diakui dunia sebagai penghasil tenaga perawat terbesar dan terbaik.</p>
<p>Melalui kerjasama seperti ini, Maria berharap Kota Cimahi khususnya dan Indonesia umumnya, juga bisa menghasilkan tenaga perawat yang kualitasnya diakui dunia internasional. &#8220;Dengan pengembangan berkelanjutan, saya yakin Indonesia juga bisa mengekspor tenaga perawat ke luar negeri,&#8221; katanya.</p>
<p>Optimisme serupa diungkapkan Ketua STIKes Budi Luhur Ijun Rijwan Susanto. Menurut dia, pihaknya telah menargetkan untuk dapat mengirimkan lulusan ke Amerika, Eropa, dan Filipina pada lima tahun mendatang.</p>
<p>Langkah persiapanpun kini tengah dilakukan dengan perancangan kurikulum internasional dan mendatangkan pengajar profesional dari Filipina. &#8220;Hal itu untuk menyiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan di negara yang dituju,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Kata Ijun, tahun ini STIKes Budi Luhur juga telah mengirimkan empat tenaga pengajarnya untuk belajar di Filipina. (A-178/das)***</p>
<p>sumber : Selasa, 01/03/2011 &#8211; 11:00 ©  Pikiran Rakyat ON LINE</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=86&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2011/03/04/stikes-budi-luhur-go-international-jalin-kerja-sama-dengan-perguruan-tinggi-keperawatan-filipina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2011/03/0103stikes1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">0103stikes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelaksanaan MSDM di STIKes Budi Luhur Cimahi.</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/21/pelaksanaan-msdm-di-stikes-budi-luhur-cimahi/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/21/pelaksanaan-msdm-di-stikes-budi-luhur-cimahi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 08:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MSDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil analisis pelaksanaan fungsi-fungsi operasional manajemen sumber daya manusia di STIKes Budi Luhur Cimahi. Pengadaan Tenaga Kerja Terdapat dua sistem yang diterapkan dalam proses pengadaan tenaga kerja yang ada pada STIKes Budi Luhur, yaitu sistem permintaan dari internal dan sistem langsung dari eksternal. Pada sistem permintaan internal, pengadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=50&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0410e.jpg"><img class="size-medium wp-image-60 alignright" title="DSC_0410e" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0410e.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ANALISIS</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil analisis pelaksanaan fungsi-fungsi operasional manajemen sumber daya manusia di STIKes Budi Luhur Cimahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengadaan Tenaga Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Terdapat dua sistem yang diterapkan dalam proses pengadaan tenaga kerja yang ada pada STIKes Budi Luhur, yaitu sistem permintaan dari internal dan sistem langsung dari eksternal. Pada sistem permintaan internal, pengadaan tenaga kerja dilakukan bila ada bidang yang membutuhkan karyawan baru. Permintaan dilakukan membuat memo rujukan yang disetujui bidang/sub bidang tersebut dengan disertai nota kesepakatan yang ditandatangani oleh kepala bidang/sub bidang. Sedangkan sistem langsung dari eksternal berupa surat-surat lamaran yang masuk ke staf Administrasi Umum yang mengurusi semua surat-surat masuk dan keluar. Setelah diterima oleh staf maka dilakukan identifikasi mana saja surat yang ada hubungannya dengan pengadaan tenaga kerja. Lalu dilakukan proses penetapan atau pencatatan penjelasan pekerjaan yang sesuai dengan permintaan dan langsung dikirimkan kepada staf Biro Administrasi Kepegawaian (BAK). Staf BAK yang menerima permintaan dan lamaran tersebut, langsung melakukan klasifikasi ataupun pemilahan terhadap permintaan sesuai dengan bidang/sub bidang tersebut yang kemudian disimpan di filling, setelah itu dilakukan posting pekerjaan dari lingkungan internal dahulu sebelum eksternal. Hal ini dilakukan karena berhubungan dengan efisiensi kebutuhan pegawai.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Jika dari lingkungan internal dirasakan ada dan memenuhi standar kebutuhan pekerjaan yang dibutuhkan, proses dilanjutkan dengan mengadakan pertemuan dengan calon pegawai. Tetapi jika tidak ada yang memenuhi kualifikasi pekerjaan tersebut, maka staf BAK langsung memeriksa data lamaran yang ada di filling. Bila tetap tidak ada yang sesuai, dilakukan proses pengiklanan dengan kriteria yang dibutuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Proses seleksi calon pegawai dilakukan dengan cara wawancara oleh kepala BAK. Jika didapatkan referensi dari Kepala BAK, maka proses selanjutnya adalah melakukan proses pemilihan tapi jika tidak cocok maka langsung reject/ditolak.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Proses seleksi  calon pegawai dilakukan untuk mendapatkan pegawai yang terbaik. Setelah seleksi, proses yang dilakukan adalah menentukan rentang pembayaran atau yang disebut dengan negosiasi gaji yang akan dibayarkan sebagai hak dari pegawai tersebut yang tentunya disesuaikan dengan standar latar belakang pendidikan dan Upah Minimum Regional. Setelah proses negosiasi tersebut selesai dan diakhiri dengan kesepakatan bersama, maka dilakukan proses pembuatan Surat Kontrak dan kesepakatan kerja/Surat Keputusan dari direktur. Proses selengkapnya dapat dilihat di flow chart pada lampiran.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kontrak pegawai dilakukan melalui tiga tahap. Yang pertama adalah tahap percobaan selama 6 bulan dilanjutkan dengan tahap percobaan satu tahun, tahun kedua adalah masa Penilaian, dan tahun ketiga adalah proses observasi dan tahun keempat sudah bisa menjadi pegawai tetap STIKes Budi Luhur</p>
<p style="text-align:justify;">Pengembangan Karyawan</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Pengembangan karyawan di STIKes Budi Luhur dilakukan dengan mengikutsertakan karyawan pada pelatihan-pelatihan dan mengirimkan karyawan untuk meneruskan sekolah yang berguna untuk pengembangan ilmu dan keterampilannya sesuai dengan bidang pekerjaan yang digeluti. Pelatihan yang diikuti terdiri dari pelatihan yang diadakan oleh institusi lain atau eksternal (di luar STIKes Budi Luhur) maupun pelatihan yang diadakan internal (di dalam STIKes Budi Luhur).</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Informasi tentang pelatihan eksternal umumnya didapatkan dari undangan langsung dari penyelenggara pelatihan, pamflet, iklan di media cetak atau elektronik, ataupun informasi dari karyawan. Penunjukan karyawan yang dikutsertakan ke pelatihan dilakukan oleh Kepala Biro Administrasi Kepegawaian berdasarkan bidang keilmuan, kebutuhan institusi, maupun prestasi karyawan. Setiap karyawan yang dikirim untuk mengikuti pelatihan wajib untuk menyerahkan laporan hasil pelatihan kepada kepala BAK paling lambat satu minggu setelah pelatihan dilaksanakan.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Sedangkan pelatihan internal merupakan program rutin BAK yang dirancang setiap tahun ajaran baru. Jenis pelatihan yang dilakukan berdasarkan pada evaluasi BAK terhadap kebutuhan karyawan atau permintaan dari bidang. Pada tahun ajaran 2008/2009, telah diadakan empat kali pelatihan internal. Evaluasi hasil pelatihan dilakukan menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada peserta pelatihan.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Bagi karyawan yang telah memasuki masa kerja lebih dari 3 tahun akan mendapatkan fasilitas dari institusi maupun yayasan berupa melanjutkan kembali studinya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan biaya yang tentunya didanai oleh institusi maupun oleh yayasan dengan kompensasi jika lulus akan kembali bekerja dan mengembangkan ilmu yang didapat pada institusi agar lebih berkembang. Tentunya ada aturan dalam program ini yang diberikan oleh institusi diantaranya adalah karyawan yang disekolahkan harus mengabdi pada institusi hingga sekurang-kurangnya 7 tahun. Hal ini disiapkan agar karyawan tidak semena-mena untuk langsung pergi jika lulus program study lanjutan karena stratanya sudah meningkat dan tentunya semuanya disepakati oleh kedua belah pihak dimana adanya memorandum of understanding secara tertulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Perencanaan dan Pengembangan Karir</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Perencanaan dan pengembangan karir yang ada di STIKes Budi Luhur mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu berupa kenaikan golongan, pangkat berdasarkan lama kerja dan strata pendidikan. Selain itu didasarkan pula oleh penilaian kerja dari atasan langsung yang meliputi produktivitas kerja, tingkat keberhasilan pekerjaan, kehadiran, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Penilaian Prestasi Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Penilaian prestasi kerja yang selama ini telah dilakukan di STIKes Budi Luhur adalah metode work standards. Setiap kepala bagian/sub bagian diberikan lembar isian tentang kondisi bawahan yang meliputi kinerja, perilaku, hasil, kedisiplinan, dan target kerja yang harus diisi secara berkala. Lembar tersebut dikumpulkan ke Biro Administrasi dan Kepegawaian untuk diproses dalam penilaian prestasi kerja yang berhubungan dengan kapasitas kerja, kenaikan gaji, kenaikan golongan atau kepangkatan, dan promosi jabatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kompensasi</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kompensasi bagi karyawan di STIKes Budi Luhur terdiri dari gaji, upah, insentif, dan kompensasi tidak langsung. Gaji pokok dibedakan menurut strata pendidikan dan lama bekerja. Upah diberikan kepada dosen sesuai dengan jumlah jam mengajarnya per bulan. Kompensasi tidak langsung berupa tunjangan kesehatan, transport, kehadiran, fungsional, kesetiaan, dan struktural. Sedangkan insentif diberikan kepada karyawan yang berprestasi.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Bagi karyawan yang masa kerjanya di bawah satu tahun atau masih dalam masa percobaan belum mendapatkan kompensasi secara penuh,yaitu hanya mendapatkan 80%.</p>
<p style="text-align:justify;">Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Pegawai Tetap Yayasan Pambudhi Luhur termasuk keluarganya mendapat jaminan kesehatan berupa keringanan pengobatan di Klinik Budi Luhur sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah biaya yang harus dibayar. Bagi karyawan kontrak yang memasuki masa percobaan dan kontrak hanya mendapatkan biaya tunjangan kesehatan sebesar Rp. 25.000 per bulannya dan semua karyawan akan mendapatkan asuransi yang dikelola langsung oleh perusahaan swasta</p>
<p style="text-align:justify;">Pemutusan Hubungan Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Pemutusan kerja dilakukan bila karyawan mengalami masalah, berdasarkan kehendak sendiri maupun yang sudah memasuki habisnya masa jabatan. Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan berdasarkan kesepakatan dari kedua belah pihak yang langsung di catat diatas hitam dan putih, khusus untuk karyawan yang belum memasuki status karyawan tetap maka akan dijabarkan sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>STIKes Budi      Luhur akan melaksanakan pemutusan hubungan kerja sebelum masa kontrak      selesai jika karyawan tidak loyal terhadap institusi, kurang disiplin dan      menunjukan prestasi kerja yang kurang memuaskan,      setelah karyawan menerima peringatan atau sanksi sesuai dengan      aturan yang berlaku di Yayasan Pambudhi Luhur Cimahi, tanpa adanya      kompensasi</li>
<li>Jika STIKes Budi Luhur memutuskan masa kontrak karyawan sebelum waktunya tanpa ada kesalahan apapun dari karyawan, maka STIKes Budi Luhur akan memberikan ganti rugi karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku</li>
<li>Jika karyawan memutuskan hubungan kerja sebelum masa kontrak      selesai atas kehendak sendiri, maka karyawan harus mengembalikan 2 (dua) kali lipat dari total perincian imbalan yang tertera pada surat      kontrak terakhir.</li>
<li>STIKes Budi      Luhur berhak untuk merumahkan pegawai kontrak apabila dalam masa kontrak      keadaan institusi tidak stabil atau bangkrut dan akan mendapatkan 0,25 %      dari gaji pokok sampai dengan masa kontrak selesai.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PEMECAHAN MASALAH</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengadaan Tenaga Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Dalam hal pengadaan tenaga kerja, STIKes Budi Luhur telah menjalankan fungsi operasional manajemen sumber daya manusia dengan baik. Proses yang dilakukan telah sesuai dengan konsep yaitu meliputi analisis pekerjaan, perencanaan tenaga kerja, penarikan tenaga kerja, dan seleksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengembangan Karyawan</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Pengembangan karyawan yang telah dilakukan di STIKes Budi Luhur adalah pelatihan dan pendidikan. Pelatihan yang telah dilakukan merupakan <em>off the job training</em> sehingga memerlukan biaya yang besar dan fasilitas yang banyak. Untuk ke depannya, dapat dipertimbangkan untuk mengadakan <em>on the job training</em> yaitu upaya melatih karyawan untuk mempelajari suatu pekerjaan sambil mengerjakannya di tempat kerja yang sesungguhnya. <em>On the job training</em> meliputi program magang, rotasi pekerjaan, dan understudy atau coaching. Kelebihan dari on the job training adalah:</p>
<ul>
<li>Biayanya relatif murah</li>
<li>Karyawan melakukan pekerjaan yang sesungguhnya, bukan tugas-tugas yang disimulasikan</li>
<li>Karyawan mendapat instruksi dari karyawan senior/penyelia yang berpengalaman</li>
<li>Pelatihan dilaksanakan di dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya di bawah kondisi normal dan tidak membutuhkan fasilitas khusus</li>
<li>Pelatihan bersifat informal dan mudah dijadwalkan</li>
<li>Membantu meningkatkan motivasi kerja karyawan</li>
</ul>
<p>Perencanaan dan Pengembangan Karir</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Program perencanaan dan pengembangan karir di STIKes Budi Luhur belum sesuai dengan konsep manajemen SDM. Untuk ke depan, perlu dilakukan proses komunikasi antara Biro Adminstrasi Kepegawaian dengan karyawan mengenai perencanaan karier karyawan. BAK berkewajiban untuk memfasilitasi pengembangan karier yang sesuai dengan tujuan karyawan dan kebutuhan institusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Penilaian Prestasi Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Penilaian prestasi kerja yang telah dilakukan di STIKes Budi Luhur menggunakan metode <em>work standards</em>. Pemilihan metode penilaian prestasi kerja bergantung pada kegunaannya. Bila melihat dari kegunaan penilaian prestasi kerja di STIKes Budi Luhur yang berhubungan dengan penggajian dan promosi, maka metode yang cocok digunakan adalah metode <em>rating scale</em>.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Dengan metode ini hasil penilaian kinerja karyawan dicatat dalam suatu skala. Faktor yang dinilai dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu yang berkaitan dengan pekerjaan dan yang berkaitan dengan karakteristik pekerja. Faktor-faktor yang berkaitan dengan pekerjaan terdiri atas kuantitas pekerjaan, apakah standar kuantitas yang telah ditetapkan dapat dicapai. Sedangkan yang berkaitan dengan karakteristik pekerja mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, inisiatif, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Setiap faktor itu dijelaskan dengan cermat untuk menghindari kesalahpahaman dari pihak penilai maupun pihak yang dinilai. Dalam formulir penilaian juga dicantumkan kemungkinan untuk memberikan sanggahan terhadap hasil penilaian. Begitu juga informasi tentang siapa saja yang terlibat dalam penilaian, yaitu atasan langsung dan atasan tidak langsung.</p>
<p>Kompensasi</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kompensasi merupakan hal yang sensitif bagi karyawan. Ketidakadilan dalam pemberian kompensasi akan mengakibatkan ketidakpuasan pada karyawan yang akan berakibat  pula pada produktivitas pekerja dan <em>turn over</em> karyawan. Untuk menilai apakah sistem kompensasi yang dilakukan di STIKes Budi Luhur sudah mengedepankan asas keadilan atau tidak, perlu dilakukan evaluasi internal yang meliputi:</p>
<ul>
<li>Menyelenggarakan survey gaji, yaitu survey mengenai jumlah gaji yang diberikan bagi pekerjaan yang sebanding di perusahaan lain (untuk menjamin keadilan eksternal)</li>
<li>Menentukan nilai tiap pekerjaan dalam perusahaan melalui evaluasi pekerjaan (untuk menjamin keadilan internal)</li>
<li>Mengelompokkan pekerjaan yang sama/sejenis ke dalam tingkat upah yang sama pula (untuk menjamin employee equity/ keadilan karyawan)</li>
<li>Menetapkan harga tiap tingkatan gaji dengan menggunakan garis upah</li>
<li>Menyesuaikan tingkat upah dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (menjamin layak dan wajar)</li>
</ul>
<p>Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Program keselamatan dan kesehatan kerja yang telah dilakukan di STIKes Budi Luhur baru berupa tunjangan kesehatan. Untuk lebih menjamin keselamatan dan kesehatan karyawan, perlu juga dilakukan upaya lain seperti pelatihan keamanan terutama bagi karyawan yang bertugas di laboratorium. Selain pelatihan, infomasi penanganan kecelakaan atau bencana seperti kebakaran perlu juga dituangkan dalam bentuk poster yang ditempel di tempat-tempat yang strategis. Akan lebih baik lagi bila ada satu bagian khusus yang menangani tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan tugas antara lain mencatat kejadian kecelakaan dan penyebabnya, dan melakukan analisa kelayakan bangunan yang dapat mempengaruhi kesehatan karyawan seperti pencahayaan dan ventilasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemutusan Hubungan Kerja</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Peraturan tentang pemutusan hubungan kerja yang berlaku di STIKes Budi Luhur hendaknya dibuat dengan lebih terperinci. Hal ini penting untuk diperhatikan demi nama baik institusi mengingat prosedur pemutusan hubungan kerja merupakan salah satu faktor yang diatur oleh Undang-Undang Tenaga Kerja.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Beberapa poin yang harus diperinci antara lain jumlah peringatan yang diterima karyawan yang melakukan kesalahan atau indisipliner sebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja, serta prosedur pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh STIKes Budi Luhur tanpa adanya kesalahan karyawan.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Perlu juga ditambahkan aturan pemutusan hubungan kerja bagi karyawan yang telah memasuki usia masa pensiun.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Fungsi-fungsi operasional manajemen SDM yang mencakup pengadaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja, perencanaan dan pengembangan karier, penilaian prestasi, kompensasi, keselamatan dan kesehatan kerja, dan pemutusan hubungan kerja telah dilaksanakan di STIKes Budi Luhur Cimahi. Namun, dibutuhkan penyempurnaan terutama dalam hal :</p>
<ul>
<li>Perencanaan dan pengembangan karier</li>
<li>Penilaian prestasi</li>
<li>Keselamatan dan kesehatan kerja</li>
<li>Pemutusan hubungan kerja</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Karena melalui keempat aspek ini STIKes Budi Luhur dalam penyelenggaraan organisasi pendidikan di bidang kesehatan mampu untuk lebih baik lagi dalam manajemen sumber daya manusia sebagai penentu keberhasilan suatu institusi. Jika keempat faktor ini sudah terpola dengan baik dan benar maka akan diyakini STIKes Budi Luhur mampu untuk siap bersaing dengan institusi serupa lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=50&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/21/pelaksanaan-msdm-di-stikes-budi-luhur-cimahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0410e.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0410e</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KASUS PELAYANAN UGD  SEBUAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH  DI IBUKOTA SEBUAH KABUPATEN</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/20/kasus-pelayanan-ugd-sebuah-rumah-sakit-umum-daerah-di-ibukota-sebuah-kabupaten/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/20/kasus-pelayanan-ugd-sebuah-rumah-sakit-umum-daerah-di-ibukota-sebuah-kabupaten/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 09:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Health]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[I. IDENTIFIKASI MASALAH Pasien Ny.S (20 tahun), G2P1A0, tanggal 22 Juli 2007 jam 04.45 WIB datang ke UGD RSUD dengan keluhan : hamil 9 bulan, mules-mules, ketuban sudah pecah di rumah. Diperiksa dokter jaga di UGD, kesimpulan : Pasien sudah dalam proses persalinan (inpartu). Saat itu UGD sangat sibuk; fasilitas tempat di UGD terbatas; kamar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=44&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/img_3666e.jpg"><img class="size-medium wp-image-62 alignleft" title="IMG_3666e" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/img_3666e.jpg?w=234&#038;h=196" alt="" width="234" height="196" /><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000000;"><strong>I</strong></span></span></a><strong>. IDENTIFIKASI MASALAH </strong></p>
<ol style="text-align:justify;"></ol>
<p style="text-align:justify;">Pasien Ny.S (20 tahun), G2P1A0, tanggal 22 Juli 2007 jam 04.45 WIB datang ke UGD RSUD dengan keluhan : hamil 9 bulan, mules-mules, ketuban sudah pecah di rumah. Diperiksa dokter jaga di UGD, kesimpulan : Pasien sudah dalam proses persalinan (inpartu). Saat itu UGD sangat sibuk; fasilitas tempat di UGD terbatas; kamar bersalin sedang penuh. Pasien menolak untuk dirujuk ke RS lain (swasta), dengan alasan biaya; pasien mengaku tidak mampu, tetapi tidak memiliki surat keterangan tidak mampu seperti ASKESKIN, JAMKESMAS atau sejenisnya. Tanpa didampingi perawat, dengan dituntun suami, pasien berjalan ke Kamar bersalin, yang berada pada jarak 30 meter dari UGD. Dalam perjalanan, pasien mendadak  merasa mules hebat, jatuh terkulai dilantai, mengejang kuat sehingga bayi lahir spontan. Kebetulan saat itu lewat seorang perawat yang segera memberikan pertolongan, bayi dibersihkan mulut dan hidungnya, dan bayi segera menangis kuat. Salah seorang perawat lain memanggil bidan jaga dari kamar bersalin, yang segera datang dan memotong tali pusat dan melahirkan placenta. Selanjutnya ibu dan bayi dibawa ke kamar bersalin, dan mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Keadaan ibu pasca melahirkan baik, jalan lahir utuh (tidak ada robekan), perdarahan berhenti. Bayi normal,bb 2800 kg, panjang badan 48 kg. Sehari sesudah melahirkan ibu dan bayi diperbolehkan pulang dalam keadaan baik.</p>
<ul style="text-align:justify;"></ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Bayi diberi nama : LADILLA (lahir di lantai).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Esok harinya, hampir semua surat kabar lokal memuat berita tersebut yang cukup membuat heboh masyarakat ibu kota Kabupaten tersebut. Ternyata ayah Ladilla adalah seorang wartawan surat kabar lokal di kota tersebut!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>II. PERSOALAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<ol style="text-align:justify;"></ol>
<p style="text-align:justify;">Kasus diatas merupakan kasus yang seharusnya tidak boleh terjadi di sebuah Rumah Sakit. Analisa dan buat penilaian mengenai peristiwa ini, hal-hal apa yang perlu dipertanyakan dalam hal peristiwa ini, secara sistematis:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pelayanan UGD untuk pasien kebidanan di RS</li>
<li>Kondisi pasien saat datang di UGD</li>
<li>Tingkat sosial ekonomi pasien, apakah pasien menjalani prenatal care ? dimana ?, dsb</li>
<li>Keadaan di UGD saat itu sedang ekstra sibuk</li>
<li>Fasilitas UGD, sarana/prasarana dan SDM-nya</li>
<li>Siapa yang bertanggungjawab mengenai peristiwa di UGD</li>
<li>Seberapa jauh pimpinan RS turut bertanggungjawab menghadapi keadaan ini</li>
<li>Seberapa jauh pihak PEMDA (selaku Pemilik RS) turut bertanggungjawab mengenai peristiwa iini</li>
<li>Secara makro kejadian ini menggambarkan adanya sesuatu yang tidak beres dalam hal organisasi &amp; manajemen dari RS ini. Apa kira-kira inti dan akar permasalahannya?</li>
<li>Dll</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> III. PEMBAHASAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. PELAYANAN UGD UNTUK PASIEN KEBIDANAN DI R.S</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kasus kegawat daruratan kebidanan </strong>memerlukan penanganan segera. Pelayanannya harus khusus karena situasinya gawat dan darurat, agar pasien bisa tertolong. Karena itu rumah sakit membuka Unit Gawat Darurat (UGD) atau Instalasi Gawat Darurat (IGD). Standar minimal petugas gawat darurat, terdiri seorang dokter yang selalu siaga di tempat dengan 4-5 orang perawat / bidan di tambah dokter konsulen. Untuk dokter konseling hanya jika dibutuhkan. Semua yang bertugas di gawat darurat baik dokter maupun perawat harus bersertifikat memiliki keahlian mampu menangani gawat darurat jantung dan gawat darurat trauma dan lain-lainnya. Komposisi 1 dokter dengan 4 perawat ini merupakan standar minimal. Jika keadaannya gawat, semakin banyak petugasnya semakin baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jika Instalasi Unit Gawat Darurat Rumah Sakit tersebut memang sudah kewalahan dalam menangani pasien kegawat daruratan, sebaiknya pihak manajemen Rumah Sakit perlu segera mengadakan perubahan manajemen di Instalasi Unit Gawat Darurat Rumah Sakit tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">2. KONDISI PASIEN SAAT DATANG DI UGD</p>
<p style="text-align:justify;">Pasien dalam keadaan inpartu tetapi di UGD tidak ada bidan hanya ada dokter jaga dan perawat yang sibuk. Pada saat itu juga UGD sangat sibuk dan fasilitas tempat di UGD juga terbatas serta kamar bersalin sedang penuh, sehingga pasien tidak terpantau. Seharusnya Instalasi Unit Gawat Darurat Rumah Sakit tersebut sudah selayaknya mempunyai ruang Triase, dimana jika memang harus ditangani sesegera mungkin seperti ibu yang akan melahirkan, seharusnya dapat ditolong persalinannya pada ruang triase tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">3. TINGKAT SOSIAL EKONOMI PASIEN, APAKAH PASIEN MENJALANI PRENATAL CARE ? DIMANA ?</p>
<p style="text-align:justify;">Pasien tergolong tidak mampu seharusnya masuk jamkesmas / SKTM dan sudah terdata oleh Puskesmas di wilayah tinggal pasien dan pasien menolak untuk dirujuk ke RS lain (swasta), pasien mengaku tidak mampu, tapi tidak memiliki surat keterangan tidak mampu, ASKESKIN, JAMKESMAS atau sejenisnya, bila pasien memang tidak mampu, seharusnya pasien mempunyai kartu JAMKESMAS atau minimal surat keterangan tidak mampu dan biasanya pasien yang tidak mampu dan memerlukan pertolongan segera (dalam kasus ini pertolongan kegawat daruratan kebidanan) perlu didampingi oleh bidan / kader yang selama ini memantau kehamilannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seharusnya juga pihak medis Instalasi Unit Gawat Darurat Rumah Sakit tersebut melihat kondisi pasien yang sudah dalm keadaan inpartu, tidak begitu saja menyarankan pasien untuk dirujuk, tetapi harus melihat apakah pasien tersebut tidak bermasalah dalam perjalanan ke Rumah Sakit Swasta atau apakah pihak Rumah Sakit dalam merujuk pasien disediakan fasilitas dalam merujuk (Ambulance, perawat / bidan yang mendampingi di dalam ambulance)</p>
<p style="text-align:justify;">4. KEADAAN UGD PADA SAAT ITU SEDANG EKSTRA SIBUK</p>
<p style="text-align:justify;">Sesibuk apapun kondisi UGD adalah melihat fungsi dari dengan diselenggarakannya pelayanan UGD berarti aktor-aktor yang ada harus selalu berorientasi untuk pelayanan kepada masyarakat, karena ini merupakan kondisi dimana harus ada faktor resiko. Seberapapun sibuk ruangan tersebut seharusnya ada sistem yang mampu mengatur tingkat kesibukan di UGD tersebut antara lain :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Terselenggaranya jumlah SDM yang memadai</li>
<li>Ketersediaan fasilitas pelayanan yang optimal</li>
<li>Adanya sistem yang terintegrasi agar para aktor yang berperan dapat menjalani pekerjaan yang seharusnya dilakukan</li>
<li>Tempat sangat menentukan lalu lintas pekerjaan yang kondusif</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">5. FASILITAS UGD, SARANA/PRASARANA DAN SDM</p>
<p style="text-align:justify;">Peningkatan angka kunjungan ini jika tidak disertai dengan pembenahan UGD baik dari sisi manajemen maupun sarana dan prasarana, tentu akan mempengaruhi mutu pelayanan yang akan diberikan kepada pasien. Ditambah lagi dengan tingginya iklim kompetisi dalam bidang pelayanan kesehatan di sekitar rumah sakit. UGD juga merupakan ujung tombak pelayanan RS yang melibatkan semua instalasi dan unit lainnya dari rumah sakit, dengan demikian pelayanan yang terdapat di UGD akan mencerminkan pelayanan di dalam RS. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pengembangan UGD mutlak diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perencanaan SDM kesehatan adalah proses estimasi terhadap jumlah SDM berdasarkan tempat, keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Secara garis besar perencanaan kebutuhan SDM kesehatan dapat dikelompokan kedalam tiga kelompok yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Perencanaan kebutuhan SDM pada tingkat institusi</li>
<li>Perencanaan kebutuhan SDM kesehatan pada tingkat wilayah</li>
<li>Perencanaan kebutuhan SDM untuk bencana</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">6. SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB MENGENAI PERISTIWA INI DI UGD ADALAH :</p>
<p style="text-align:justify;">Petugas jaga pada saat itu dan secara otomatis maka kepala IGD Rumah Sakit tersebut juga terlibat, lalu yang tak kalah pentingnya adalah bagian Pelayanan Mediknya karena tidak memperhatikan kualitas pelayanan sehingga direktur Rumah Sakit itu sendiri pun ikut terlibat dan dalam kapasitas yang besar maka Pemda terkait selaku pemilk Rumah Sakit tersebut juga harus bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">7. SEBERAPA JAUH PIMPINAN RUMAH SAKIT HARUS BERTANGGUNG JAWAB MENGHADAPI KEADAAN INI</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam rumah sakit ada kebutuhan akan kemampuan memahami masalah etika, melakukan diskusi multidisiplin tentang kasus medik legal dan dilema etika biomedis dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan permasalahan ini. Keberlangsungan pelayanan sesuai standar akan menjadi tanggungan pimpinan di RS, pimpinan yang baik itu harus melakukan pembinaan terhadap petugas, dalam hal ini petugas medis dan paramedis yang bertugas di UGD Rumah Sakit tersebut, pimpinan wajib mempunyai pengaruh terhadap keberlangsungan penyelenggaraan RS antara lain dengan mengeluarkan kebijakan tentang manajemen pelayanan dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Hal yang paling terpenting adalah bagaimana mengemas koordinasi Pimpinan Rumah Sakit dengan  pengambil kebijakan seperti halnya tidak ada nya koordinasi antara Pimpinan Rumah Sakit dengan Dinkes, Puskesmas dan RS</p>
<p style="text-align:justify;">8. SEBERAPA JAUH PIHAK PEMDA (SELAKU PEMILIK R.S) TURUT BERTANGGUNG JAWAB ATAS PERISTIWA INI</p>
<p style="text-align:justify;">PEMDA selaku pemilik dari RS tersebut akan secara langsung bertanggungjawab dengan adanya permasalahan ini, kewenangan RS itu berada dibawah tanggungjawabnya. Oleh karena itu perlunya adanya pendidikan etika yang tidak terbatas pada pimpinan dan staf rumah sakit saja. PEMDA selaku pemilik dan anggota RS,  pasien, keluarga pasien, dan masyarakat dapat diikutsertakan dalam pendidikan etika. Pemahaman akan permasalahan etika akan menambah kepercayaan masyarakat dan membuka wawasan mereka bahwa rumah sakit bekerja untuk kepentingan pasien dan masyarakat pada umumnya. Tanggungjawab PEMDA oleh karena kebijakannya mulai dari pembuat keputusan dan kebijakan yang ada pada RS, pembuatan komitmen pada RS, penempatan dan pengangkatan sumber daya manusia yang bertugas di RS dan sarana prasarana yang ada di RS tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">9. SECARA MAKRO KEJADIAN INI MENGGAMBARKAN ADANYA SESUATU YANG TIDAK BERES DALAM HAL ORGANISASI DAN MANAJEMEN DARI R.S INI, APA KIRA-KIRA INTI DAN AKAR PERMASALAHANNYA?</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah seberapa jauh PEMDA mengatur regulasi terhadap RS setempat dan Rumah sakit merupakan suatu institusi yang komplek, dinamis, kompetitif, padat modal dan padat karya yang multidisiplin serta dipengaruhi oleh lingkungan yang selalu berubah. Namun rumah sakit selalu konsisten tetap untuk menjalankan misinya sebagai institusi pelayanan sosial, dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat banyak dan harus selalu memperhatikan etika pelayanan. Konsekuensi logis diberlakukanya otonomi daerah, pemerintah daerah harus siap menanggung beban dan tanggung jawab untuk mengatur sumber dana dan daya yang ada, untuk melaksanakan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga dalam jangka panjang mampu mewujudkan <em>Good Governance</em>, dalam jangka pendek mampu melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan dalam rangka membangun dan memberi pelayanan umum di daerah, serta mendorong partisipasi swasta dan masyarakat dalam pembangunan dan pelayanan umum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=44&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/20/kasus-pelayanan-ugd-sebuah-rumah-sakit-umum-daerah-di-ibukota-sebuah-kabupaten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/img_3666e.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3666e</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi pengalaman dan Tips membuat nama untuk anak</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/11/berbagi-pengalaman-dan-tips-membuat-nama-untuk-anak/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/11/berbagi-pengalaman-dan-tips-membuat-nama-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 12:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[17 November 2009, melalui rahim seorang perempuan bernama hardini dengan operasi caessar seorang bayi perempuan diturunkan dari kehendak sang Penguasa Alam Semesta, dengan proses kelahiran di pandu dengan bacaan surat Ar Rahman yang keluar perlahan dari mulut seorang laki-laki bernama aku&#8230;sontak tepat diakhir bacaan pada pukul 07 lebih 20 menit, terdengar suara tangisan bayi sayup-sayup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=34&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">17 November 2009, melalui rahim seorang perempuan bernama hardini dengan operasi caessar seorang bayi perempuan diturunkan dari kehendak sang Penguasa Alam Semesta, dengan proses kelahiran di pandu dengan bacaan surat Ar Rahman yang keluar perlahan dari mulut seorang laki-laki bernama aku&#8230;sontak tepat diakhir bacaan pada pukul 07 lebih 20 menit, terdengar suara tangisan bayi sayup-sayup perlahan dan terbukalah pintu ruang operasi serta akhirnya suara itu  melengking keras terdengar dan terlihat 2 orang suster sedang membawa Box Inkubator bayi, saat itu juga seakan aku baru percaya Allah adalah Dzat paling Hebat di seluruh alam semesta ini, serta pada waktu itu pun juga air mata yang pada biasanya kutahan untuk menangisi hal-hal duniawi, pada akhirnya menetes. Ini berarti Allah telah memberikan ujian kepada umatNya melalui seorang anak, agar hambaNya akan selalu ingat dan bertakwa kepadaNya karena tetap hanya Dia satu-satunya Dzat yang tidak bisa di duakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selang waktu berjalan kami berdua akhirnya merencanakan sebuah nama yang kami fikir itu hal mudah, sebenarnya jauh sebelum kelahiran kami berdua sudah merencakan nama yang kami anggap itu adalah yang paling baik dari yang terbaik berdasarkan hasil mencari referensi dari buku-buku, internet, orang pinter dan lain sebagainya, dan kami berdua bersepakat untuk memberi nama Dhiajeng Awandini Khaulatunisa hingga pada akhirnya sehabis lahir selang waktu 12 hari kami melakukan ritual orang jawa karena kebetulan kami dari jawa yaitu membuat bubur merah dan bubur putih dan pada hari ke 13 nya kami melakukan Aqiqah yang sebagai syarat agama islam untuk mensedekahkan rizki kepada orang lain, dan juga sebagai tanda sudah disyahkan dan diselamatkan anak kami beserta namanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi setelah acara itu ternyata kami masih mendapatkan beberapa kritikan dan saran yang terus muncul dari keluarga, sahabat, handai taulan dan lain sebagainya tapi kami pun tidak membatasi masukan atau usulan nama-nama yang terbaik menurut mereka, karena kami faham mereka mempunyai tujuan baik agar anak kami akan selalu dalam kemuliaan. Tapi ternyata waktu terus berjalan dan akhirnya hingga usia anak kami tanpa disadari sudah 54 hari atau 2 bulan kurang 1 minggu, hati kami pun akhirnya dibimbangi karena hampir mayoritas tidak setuju dengan nama yang telah ada karena menurut orang jawa nama Dhiajeng itu berarti nama panggilan sepantasnya buat adiknya, dan tidak boleh untuk nama anak pertama. Mereka khawatir nantinya kami tidak dikaruniai anak lagi&#8230;.Allahualam&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya kami berdua bersepakat untuk menerima beberapa saran dari orang tua, kakak, adik, dan handai taulan hanya untuk dijadikan reverensi dalam membentuk rangkaian nama-nama terbaik dan bukan untuk diyakini, karena kami selalu berpegang teguh bahwa apalah arti sebuah nama, manusia terlahir tidak lebih sebagai sehelai kertas putih yang akan digoreskan tinta oleh orang tuanya. Dalam arti kata prilaku manusia itu dibentuk berdasarkan apa yang ada di dekatnya dan pada lingkungannya. Tidak sedikit manusia mempunyai nama baik akan tetapi prilakunya buruk dan atau sebaliknya. Akan tetapi nama adalah gambaran doa-doa, agar si anak yang diberikan nama tersebut bisa berprilaku yang sesuai dengan nama baiknya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0202e1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-78" title="DSC_0202e" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0202e1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><span id="more-34"></span><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">langkah-langkah membuat nama :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Yakini serta niatkan karena Tuhan dan Agama adalah satu-satu nya sumber inspirasi dalam semua hal</p>
<p style="text-align:justify;">2. Pastikan nama yang sesuai dengan jenis kelamin</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sebagai orang tua, anak anda akan dilukis/dibentuk/diwarnai seperti apa yang sesuai dengan kehendak anda dan pasangan anda</p>
<p style="text-align:justify;">4. Fikirkan juga nama anak-anak anda selanjutnya, jika bisa harus 1 visi dan misi</p>
<p style="text-align:justify;">5. Jika anak-anak anda ingin sekali dibentuk seperti anda, disarankan sisipkan nama belakang anda sebagai nama keluarga atau juga nama gabungan anda dengan pasangan anda</p>
<p style="text-align:justify;">6. Jangan memberikan nama yang dirasa akan memberatkan anak anda kelak (mis. akan sakit tahunan/berlainan jenis kelamin, dsb)</p>
<p style="text-align:justify;">7. Fikirkan juga jika kelak dia dewasa akan di ejek oleh teman-temannya apa, karena sedikitnya akan mempengaruhi sisi psikologisnya (walau tidak penting)</p>
<p style="text-align:justify;">8. Selalu komunikasikan dengan pasangan anda, jika ada info atau referensi terbaru.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Terima saran dan kritik dari orang lain sebagai bahan pertimbangan anda</p>
<p style="text-align:justify;">10. Jika orang lain memberikan nama, dan dirasakan nama tersebut sudah mewakili keinginan anda dan pasangan <em>why not</em> ?</p>
<p style="text-align:justify;">11. Kebudayaan, adat istiadat kesukuan serta modernisasi yang selalu berubah akan mempengaruhi keputusan anda dan pasangan anda. Siapkan diri untuk lebih berfikir positif dan berpegangan pada agama.</p>
<p style="text-align:justify;">12. Anda sedang berbahagia karena kehadiran buah hati ditengah keluarga besar anda dan pastinya akan ada perbedaan pendapat anda dan pasangan anda begitupun yang lainnya, apalagi berbeda suku&#8230;ingat!!!,  jangan sampai kebahagiaan anda rusak karena anda menambah permasalahan baru yang berakhir pada ketidak nyamanan anda, pasangan dan orang lain. komunikasikan dan cari jalan keluar</p>
<p style="text-align:justify;">13. Semua nama asal baik tujuannya mudah-mudahan akan baik pula nantinya. Sebagai kepala keluarga sebenarnya anda dan tentunya didukung oleh pasangan anda, lebih berhak atas nama buah hatinya dan bukan orang lain, jadi mulai lah mengambil keputusan dalam memilih nama buah hati serta bertanggung jawab dan konsekuensi dengan apa yang telah dipilih secara efektif dan efisien</p>
<p style="text-align:justify;">14. Jika anda mempunyai beberapa referensi buku,  internet dan lain-lain, jangan bingung karena semua nama yang anda baca bagus dan berujung anda sendiri jadi bimbang dalam memilih. Pilihlah satu referensi dari beberapa referensi yang dianggap paling lengkap dan datanya  dapat dipercaya (nama dan arti sesuai).</p>
<p style="text-align:justify;">15. Anda akan menemukan nama yang sama tapi artinya berbeda-beda. Pilihlah salah satu yang dianggap paling baik (jika arti nama yang sama tersebut menurut anda semua bagus berarti anda beruntung)</p>
<p style="text-align:justify;">16. Anda juga akan menemukan nama serupa (misal : nama Reva dan nama serupanya Ree, Reeva, Revia, Revida), baca artinya jika tetap sama anda tinggal memilih yang enak untuk dipanggil, tapi jika artinya berubah sesuai dengan visi misi anda dan pasangan, apalagi merusak rangkaian nama yang lain dan tidak satu visi, hiraukan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">17. Agar tidak lupa sediakan buku catatan, jika suatu saat anda berpergian dan menemukan nama atau kata-kata unik bisa langsung ditulis dan dijamin tidak LUPA!</p>
<p style="text-align:justify;">18. Ingat!!! MAKIN ANDA BANYAK MEMILIH, MAKIN ANDA TERBUAI DENGAN KEBINGUNGAN DAN PADA AKHIRNYA WAKTU TERUS BERJALAN (tidak lucu kan kalau anak anda sudah 17 tahun belum mempunyai nama&#8230;)</p>
<p style="text-align:justify;">19. Jangan lupa setelah anda mempunyai nama untuk buah hati yang dianggap sudah final&#8230;komunikasikan dengan orang lain, dan tentunya kewajiban anda untuk membuat AKTA LAHIR, agar anak anda diakui negara (berstatus)</p>
<p style="text-align:justify;">20. Bimbinglah putra dan putri anda selalu ke jalan yang benar, dan selalu lah berdoa agar namanya akan seharum dan sehebat orangnya dan tentunya yang akan bermanfaat positif bagi Agama, Negara serta Keturunannya.</p>
<p style="text-align:center;">Mudah-mudahan 20 tips ini akan memberikan inspirasi buat anda, ambil yang dirasakan baik &amp; buang yang dirasa kurang.</p>
<p style="text-align:center;">SELAMAT MENCOBA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=34&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/11/berbagi-pengalaman-dan-tips-membuat-nama-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0202e1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0202e</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revanjani Mehrunisa Awandini</title>
		<link>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/11/revanjani-mehrunisa-awandini/</link>
		<comments>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/11/revanjani-mehrunisa-awandini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 09:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widiawan.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Reva adalah berasal dari sebutan karakteristik yang berarti Rajin, Pekerja keras, Menyukai Perubahan dan Variasi Intuitif dan penuh Inspirasi selain dari pada itu juga sebagai Kemandirian dan Kritis terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain. Reva adalah berasal dari bahasa polinesia yang juga berarti Bendera Merah (melambangkan semangat membara) Reva adalah berasal dari bahasa Indonesia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=23&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><a href="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0291b2.jpg"><img class="size-medium wp-image-27 aligncenter" title="DSC_0291b" src="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0291b2.jpg?w=227&#038;h=300" alt="Revanjani Mehrunisa Awandini" width="227" height="300" /></a></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Reva adalah berasal dari sebutan karakteristik yang berarti Rajin, Pekerja keras, Menyukai Perubahan dan Variasi Intuitif dan penuh Inspirasi selain dari pada itu juga sebagai Kemandirian dan Kritis terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Reva adalah berasal dari bahasa polinesia yang juga berarti Bendera Merah (melambangkan semangat membara)</p>
<p style="text-align:justify;">Reva adalah berasal dari bahasa Indonesia yang berarti Kebijaksanaan, Penciptaan dan Kegaiban atau juga berarti Kecantikan dan Kekuatan</p>
<p style="text-align:justify;">Reva adalah berasal dari bahasa latin yaitu yang Mampu untuk Bertahan</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Revan adalah berasal dari bahasa Rusia sebagai sesuatu yang kuat dan keras (batu)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jani/Janie berasal dari bahasa Amerika (US) yang berarti Tuhan yang Maha Pengasih (arab : Ar Rahman)</p>
<p style="text-align:justify;">Jani adalah berasal dari bahasa Indonesia yang juga Tetesan Air</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mehru adalah berasal dari bahasa Islami/Arab yang berarti Cantik</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nisa adalah berasal dari bahasa Islami/Arab yang berarti Seorang Perempuan</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Awan berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti Baik</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dini berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti Mulia</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Artikulasi nama diatas dapat diartikan dan dipadukan menjadi sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:center;">Perempuan Bijaksana (kuat laksana tetesan air dan batu) yang Cantik, Baik serta Mulia</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widiawan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widiawan.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widiawan.wordpress.com&amp;blog=4293494&amp;post=23&amp;subd=widiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widiawan.wordpress.com/2010/01/11/revanjani-mehrunisa-awandini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17333863c3689ce547954ca6577a224a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">widiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widiawan.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0291b2.jpg?w=227" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0291b</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
