karena apa yang dapat di beri, bukan apa yang dapat di terima

STIKes Budi Luhur Go International Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Keperawatan Filipina

Keterbatasan anggaran pemerintah membuat peran aktif masyarakat dan swasta sangat diperlukan dalam pengembangan pendidikan di Kota Cimahi. Saat ini pemkot baru bisa memfokuskan diri untuk penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun, sehingga pengembangan pendidikan tinggi memerlukan peran aktif pihak lain.

Walikota Cimahi Itoc Tochija mengatakan, pendidikan saat ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Cimahi. Pasalnya pendidikan merupakan sektor penghasil sumberdaya manusia berkualitas untuk pembangunan Cimahi. Terlebih dengan terbatasnya sumberdaya alam di kota kecil yang terdiri atas tiga kecamatan itu.

Di sisi lain, perguruan tinggi di Kota Cimahi diharapkan bisa menjalin hubungan saling menguntungkan dengan pemkot dan masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan bisa mencetak tenaga kerja berkualitas untuk pembangunan. “Sementara pemerintah dan masyarakat bisa menjadi klinik studi bagi perguruan tinggi,” katanya seusai Pencanangan STIKes Budi Luhur Go International, Selasa (1/3).

Acara tersebut juga dihadiri Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Rosario C. Aguinaldo dan ahli keperawatan Filipina Prof Carmen Toribio Ramos. Kehadiran keduanya juga dalam rangka meresmikan kerjasama antara STIKes Budi Luhur dengan perguruan tinggi keperawatan Filipina.

Sejauh ini, tambah Itoc, Pemkot Cimahi sendiri sudah menjalin kerjasama yang cukup baik dengan perguruan tinggi di Kota Cimahi dan Kota Bandung. Bersama Unpad dan ITB, Pemkot Cimahi pernah melakukan kajian terkait masalah sampah. Sementara dengan STIKes Budi Luhur telah menjadi salah satu penghasil tenaga perawat terbaik di Cimahi.

Saat ini STIKes Budi Luhur 60 persen mahasiswanya adalah warga Cimahi. “Ini bentuk komitmen yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM Kota Cimahi,” tutur Itoc.

Sementara itu, Dubes Filipina Maria Rosario mengatakan, pemerintah Filipina akan mendukung dan memfasilitasi penuh setiap kerjasama antarlembaga pendidikan Indonesia dan Filifina. Seperti diketahu, Filipina saat ini memang diakui dunia sebagai penghasil tenaga perawat terbesar dan terbaik.

Melalui kerjasama seperti ini, Maria berharap Kota Cimahi khususnya dan Indonesia umumnya, juga bisa menghasilkan tenaga perawat yang kualitasnya diakui dunia internasional. “Dengan pengembangan berkelanjutan, saya yakin Indonesia juga bisa mengekspor tenaga perawat ke luar negeri,” katanya.

Optimisme serupa diungkapkan Ketua STIKes Budi Luhur Ijun Rijwan Susanto. Menurut dia, pihaknya telah menargetkan untuk dapat mengirimkan lulusan ke Amerika, Eropa, dan Filipina pada lima tahun mendatang.

Langkah persiapanpun kini tengah dilakukan dengan perancangan kurikulum internasional dan mendatangkan pengajar profesional dari Filipina. “Hal itu untuk menyiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan di negara yang dituju,” ujarnya.

Selain itu, Kata Ijun, tahun ini STIKes Budi Luhur juga telah mengirimkan empat tenaga pengajarnya untuk belajar di Filipina. (A-178/das)***

sumber : Selasa, 01/03/2011 – 11:00 ©  Pikiran Rakyat ON LINE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s