karena apa yang dapat di beri, bukan apa yang dapat di terima

Fenomena mencari sesuap RICH

Senin, 14 Maret 2011

Hari ini pukul 5.00 subuh saya berangkat menuju dua buah kota, dimana kota-kota tersebut merupakan wilayah cakupan market perolehan calon mahasiswa yang nantinya akan menjadi mahasiswa sebuah sekolah tinggi kesehatan. Dalam perjalanan menuju kota ini saya bersama-sama dengan rekan kerja yang berinisial D, B, D/N, yang sebelumnya saya sebagai ketua rombongan wilayah merasa kecewa karena salah satu dari rekan saya (D) telat datang yang mengakibatkan keterlambatan hingga 1 jam dari waktu yang telah disepakati. Hingga akhirnya kami pun berangkat…dalam perjalanan karena kami ber-empat belum sarapan akhirnya kami mencari makanan di sepanjang jalan menuju kota yang kami jajaki. Pada akhirnya kami sepakat untuk membeli bubur ayam, karena cocok untuk mengisi kekosongan perut di pagi hari.

sebelum menemukan tempat yang tepat untuk makan bubur kami mendapati kemacetan di pagi hari, dan kami berfikir jika kemacetan itu ditimbulkan karena pasar, sekolah atau terminal bis yang pasti menjadi sumber kemacetan utama. Setelah kendaraan yang kami tumpangi melewati sumber kemacetan tersebut, ternyata saya melihat ada taburan tanah ditengah jalan…dan setelah melewati kerumuan orang saya pun melihat sebuah motor matic warna biru putih dengan bagian depan hancur dipinggir jalan…mhh saya berfikir sebuah pagi yang mengenaskan bagi pengendara motor tersebut.

akhirnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara tersebut tepatnya disamping pom bensin ada gerobak bubur ayam yang terlihat mengoda mata hingga air liur ini keluar secara otomatis dari sumbernya. Setelah menepikan langsung kendaraan saya dan ketiga rekan saya langsung menghampiri tukang bubur ayam tersebut dan memesannya. Pada waktu makan bubur ayam panas dan menggoda itu, ketiga rekan saya dan termasuk saya tidak ada satu orang pun yang hendak menanyakan kejadian kecelakaan sesungguhnya itu bagaimana, dan hati saya berkata dan berdoa semoga tidak ada satu orang pun membicarakan hal tersebut sewaktu kami melahap bubur panas nan enak tersebut, kiranya apabila hal tersebut hingga tercetus.. saya akan muntah  dan mungkin hilang selera makan.

Hingga pada suapan terakhir dan minum teh pahit panas…rasanya lega, tapi setelah berselang 5 menit akhirnya salah satu rekan saya pun bertanya kepada tukang bubur ayam tersebut “mang gimana kejadian kecelakaan tersebut?” lalu si bapak penjual bubur tesebut menjawab “Saurna aya budak sakola boncengan, pas nyiap truk, ti arah berlawanan aya mobil langsung mepet ka payuneun truk labuh we…” lanjut salah satu rekan teman yang lain berkata “maot teu pak jalmina?” si bapak menjawab “saurna ceunah sirahna ge jadi bubuk…”dari pembicaraan tersebut langsung bergegas saya lari ke toilet yang ada di pom bensin tersebut.

Setelah dari kamar mandi, kami pun bergegas meninggalkan lokasi tukang bubur. Sesampainya dikota tujuan kami, kami langsung mendatangi beberapa sekolah SMK swasta dan negeri yang terdapat didaerah tersebut, kami melakukan promosi melalui pemasangan baligo, penyerahan brosur hingga pemasangan spanduk. Terlepas dari itu semua kami pun melakukan pendekatanpersonal kepada guru, staff, ketua yayasan, kepala sekolah, dan bimbingan konseling di sekolah masing-masing yang kami kunjungi. pada saat kebanyakan sekolah yang kami kunjungi adalah sekolah swasta tanpa disadari sekolah negeri terlewati, lalu kami berempat berinisiatif untuk mencari sekolah negeri yang ada di kota tersebut. Setelah berjalan sekitar 1 kilometer kami pun menemui sekolah negeri pertama yang ada di kota tersebut, sekolahnya bagus, siswanya banyak, lengkap dengan satuan pengaman, dan pada waktu kami kesana suasana akademiknya baik.

Saat kami meminta ijin kepada satpam ternyata Satpam pun dengan ramahnya walaupun dengan nada membentak, menunjukan letak ruangan guru BK (bimbingan konseling). Kami pun berjalan menuju ruangan yang ditunjuk oleh satpam, lalu kami pun bertemu dengan bapak berseragam PNS, dan kami pun bertanya “selamat siang pak, kami dari STIKes budi luhur cimahi ingin mengadakan promo, apakah kami dapat bertemu guru BK…?”, lalu bapak itu  menjawab “ooo baik pak silahkan tunggu dulu , saya panggilkan orangnya…!”, dengan senang hati kami pun menunggu, dan tidak berselang lama ada sosok bapak-bapak gemuk, seperti keturunan arab datang ke arah kami duduk dan berkata ” mau promo ya?…” kami pun tersenyum dan menjawab” iya pak…” bapak itu pun menjawab” mari.mari kesini kebetulan saya guru BK nya..”sambil membuka pintu ruangan BK yang terkunci.

setelah kami dipersilahkan duduk kami pun memberitahukan maksud dan tujuan, serta menjelaskan sedikit tentang institusi dan program-program yang kami akan suguhkan buat calon mahasiswa kami. Pada pertengahan penjelasan yang pada waktu itu saya sedang bicara lalu bapak tersebut memotong dengan bicara” sekarangmah gini aja, langsung pada point nya ya pak…bapak mau  memberikan keuntungan berapa ke saya?karena bukan apa-apa ya ini kan bisnis ya, jadi saya harus tau dulu berapa uang yang bapak ingin kasih ke saya, karena ini kan secara tidak langsung bapak menyuruh saya untuk masuk ke kelas-kelas dan itu tidak ada yang gratisss…!!!” saya dan rekan saya pun terperanjat sekejap, dan akhirnya saya menjawab” oooo tenang pak itu pasti kami pikirkan…”lalu saya menyuruh rekan saya untuk menjelaskan vie yang akan didapat apabila memberikan rekomendasi, dan rekan saya pun menjawab” untuk jurusan s1 dan d3 keperawatan kami akan menawarkan Rp. 200.000,- /orang, dan untuk d3 kebidanan Rp. 150.000/orang…”sebelum teman saya melanjutkan pembicaraanya, langsung si bapak tersebut menjawab” nih pak saya kasih tau ya…bapak itu menyuruh saya untuk promo, datang ke kelas-kelas untuk membujuk siswa agar sekolah di tempat anda ini…bayangin saya hanya dikasih uang segitu?!!!udah tidak jaman atuh pak!…saya kerja jadi guru BK itu tunjangan dan gajinya hanya sedikit! jadi saya itu gedenya dari bisnis ini pak!!” saya dan rekan saya kaget luar biasa, karena baru kali  ini saya promo dihadapkan dengan fenomena ini.

Saya dan rekan saya pun berusaha dan dengan menahan emosi yang luar biasa kepada ucapan bapak tersebut. Lalu si bapak tersebut bicara dengan nada seperti waria “nih saya kasih tau kalau sekolah lain itu minimal Rp. 1000.000,-/kepala ngasih kepada saya bersih…, belum lagi uang pendaftaran itu dikasihkan kepada saya semua.., ini apa hanya Rp. 200.000,-gak ada artinya pak dibandingkan dengan perolehan mahasiswa…sekolah kami ini sekolah internasional dan terbaik dikota ini, jadi saya jamin kualitas juga terjamin…” saya dan rekan saya pun kaget bukan kepalang karena apakah permainan dalam perolehan calon mahasiswa itu seudah ada mafia juga??saya berusaha menjelaskan kepada bapak tersebut” pak kami terus terang kaget mendengar ada sekolah yang dalam kegiatan promosinya memberikan dana yang besar pada program PMB nya…hebat!!”lalu si bapak itu memotang lagi”tuch kan makannya bilang sama atasan bapak kalau diluaran itu sudah seperti ini…males ah saya mah”seraya sambil melempar brosur dan surat rekomendasi kami, di meja yang sudah bertumpuk brosur yang saya nilai ini brosur-brosur yang ditolak karena mungkin hanya memberikan vie sedikit, atau malahan tidak sama sekali kepada bapak tersebut.

Karena kekesalan yang memuncak seakan tidak dihargai…kami pun ingin rasanya bergegas meninggalkan bapak gendut, tua, hitam yang tidak tau diri itu…dan akhirnya dengan rasa dongkol kami pun pamit dengan baik-baik”baik pak saya dan rekan saya ingin berpamitan, terimakasih untuk waktu dan kesempatannya…mudah-mudahan kerjasama kita saling bermanfaat ya pak..”lalu dengan nada sedikit marah, sibapak menjawab”iya sama-sama, tapi satu hal yang anda harus tahu, saya tidak akan mempromosikan institusi bapak kecuali vie nya dinaikan…, tapi ya jika ada siswa sini yang tertarik langsung, ya itu rezeki bapak?!saya menjawab”ya…mangga silahkan,  itu kan hak sekolah…, yang penting kami sudah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya…mangga pak terimakasih”saya dan rekan saya pun langsung minta ijin untuk pulang dan memasang banner di mading, lalu kami pun bersalaman.

Akan tetapi ada kejadian yang sangat-sangat membuat rasanya ingin muntah, si bapak berbicara kembali”ini gak ada sovenir apa-apa untuk saya?masa atuh souvenir juga gak punya???”sambil melihat baju promo PMB kami yang terlihat keren…dia berbicara kembali”itu aja atuh lepas bajunya salah satu…!!”lalu saya menjawab hampir kesal”maaf pak bukannya kami menolak, tapi kan saya dan rekan saya tidak menggunakan baju dalam lagi!!?dan ini baju buat promo satu-satunya pak!!”kalau tidak ingat sedang promo saya sudah marah dan mungkin adu fisik dengan bapak setengah gila itu…

kami pun bergegas meninggalkan ruangan dan langsung memasang banner di mading yang terletak tepat didepan ruangan guru BK sableng itu..sewaktu kami pasang selang waktu 3 menit si guru BK itu memanggil kami kembali, karena saya terlanjur kesal bukan kepalang, saya suruh rekan saya saja yang menemuinya.

Entah apa yang diingininya kembali, sesudah beres memesang banner saya langsung pergi dari area itu sambil berjalan pelan dengan niat menunggu rekan saya yang dipanggil tersebut. Lalu setelah berjalan bersama saya bertanya kepada rekan saya itu”ada apa tadi si bapak sableng itu memanggil…?!lalu rekan saya menjawab” pak kekeuh si bapak mau suruh saya membuka baju saya…dan memberikannya sebaga kenang-kenangan…!!?.saya pun tambah kesel serasa tidak dihargai sebagai manusia dan dijalan saya marah sambil bergegas dan berbicara”hayooo cepat kita menyingkir dari tempat orang sakit jiwa ini…, saya kapok dan tidak mau lagi kembali ketempat ini”

Lalu kami munuju kendaraan kami, yang disana sudah ada dua rekan kami menunggu sambil akan berniat pasang spanduk di sekolah tersebut, lalu saya dan rekan saya berbicara” sudah kita langsung cepat pergi dari sekolah ini, n**is, dasar sin**ng, dasar ben**ng, anj**ng, kep**at…”rekan saya yang tidak tahu persoalannya bertanya”lha kenapa bos, kunaon kitu(kenapa gitu), ada apa??”saya menjawab “ayo cepat nanti saja saya jelaskan….!!!”

Fiuuuhh…para pembaca maaf ya mungkin tidak sepantasnya tulisan ini saya tulis, tapi saya dengan adanya blog ini setidaknya saya, rekan saya, dan semua yang ingin promo ke sekolah khususnya sekolah negeri, mohon kiranya harus sudah siap dengan hal semacam ini. walau tidak semua sekolah negeri seperti ini, tapi saya yakin dan berharap  hanya sedikit sekolah yang mempunyai guru seperti bapak tadi, karena tidak menutup kemungkinan secara tidak langsung guru tadi sudah membuat jelek citra buruk sekolah negeri.

semoga bermanfaat, setidaknya hati dan pikiran kami yang terkoyak semua sudah tercurah didalam tulisan ini, thanks God and wordpress without you this resentment would still be there and poison our hearts and minds

2 responses

  1. bahkan dunia pendidikan pun seperti panggung sandiwara…:(

    April 6, 2011 pukul 11:26 am

    • seperti lagu nya alm. Nike Ardilla ya bu..heheh

      April 11, 2011 pukul 10:01 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s