karena apa yang dapat di beri, bukan apa yang dapat di terima

Konas IAKMI XII

Selayang Pandang Konas IAKMI XII di Kupang

Kota Kupang view from Grand Mutiara Restourant & Ballroom

Kota Kupang view from Grand Mutiara Restourant & Ballroom

Kongres Nasional IAKMI XII Alhamdulillah telah berlangsung dengan sukses di Kupang, NTT pada tanggal 5-7 September 2013. Acara tiga tahunan IAKMI tersebut dihadiri lebih dari 750 peserta yang terdiri dari Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang IAKMI se-Indonesia, pimpinan dan staf pengajar institusi pendidikan tinggi kesmas se-Indonesia, peneliti, aparat pemerintah, mitra internasional, kalangan swasta, mahasiswa. Tema yang diusung Konas kali ini adalah Politik Membangun Kesehatan Bangsa.

Pembukaan KONAS oleh Mentri Kesehatan RI

Pembukaan KONAS oleh Mentri Kesehatan RI

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH yang sekaligus menyampaikan key-note speech. Tampil pula tokoh bangsa Bapak Jusuf Kalla yang menyampaikan key-note speech “Politik Kemandirian Masyarakat untuk Membangun Kesehatan Bangsa“, Kepala BKKBN Prof. Dr. Fasli Jalal dengan tema “Revitalisasi Arah Pembangunan Menuju Sumber Daya Manusia Indonesia Berkualitas“, serta Prof. Dr. John Adams (University of Technology Sydney/Public Health Association of Australia) tentang “A Critical Public Health Traditional Medicine Significance and Approach“.
Acara pembukaan berlangsung meriah, hadirin memadati seluruh kursi di sekeliling puluhan meja bundar di lantai atas Gedung Grand Mutiara Kupang. Paduan suara mahasiswa Universitas Nusa Cendana tampil sangat prima menyanyikan lagu Indonesia Raya yang ikuti seluruh hadirin. Untuk pertama kalinya, dinyanyikan lagu Hymne IAKMI ciptaan Dwi Astuti, S.Si, MM (Univ Respati Yogyakarta) yang membuat suasana menjadi hikmat, membangkitkan rasa bangga dan semangat seluruh hadirin saat melantangkan syair “….Jayalah IAKMI, Jayalah Bangsaku, Indonesia….”
Sambutan pembukaan disampaikan oleh Dr. dr. Hyron Fernandez, MKes (Ketua Pengda IAKMI NTT), Bambang Wispriyono, PhD (Direktur Eksekutif AIPTKMI), dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD (Ketua Umum IAKMI), serta Bapak Frans Lebu Raya (Gubernur Nusa Tenggara Timur).

Dua orang mahasiswa pengurus PAMI NTT membacakan Deklarasi Politik Profesi Kesehatan Masyarakat untuk Membangun Kesehatan Bangsa. Deklarasi yang ditandatangani Ketua Umum IAKMI serta para Ketua Pengda IAKMI dari 33 provinsi se-Indonesia dan disaksikan langsung Menkes RI tersebut berisi pernyataan 5 (lima) sikap politik dari profesi kesehatan masyarakat yang tercatat lebih dari 750.000 orang, antara lain sebagai berikut

1) Meminta pemerintah-akademisi-swasta dan masyarakat wajib terus memahami dinamika perubahan situasi kesehatan yang cepat penjalarannya;

2) Menjamin upaya kesehatan berjalan baik, yang ditandai dengan politik anggaran kesehatan yang efektif, tata kelola pembangunan kesehatan yang bersih, tenaga kesehatan yang terampil dan profesional di bidangnya masing-masing, dan masyarakat yang berdaya dan kreatif untuk hidup lebih sehat;

3) Mendukung upaya Kementerian Kesehatan untuk berjalan berdampingan dengan upaya yang tengah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional untuk menata sisi penyediaan tenaga kesehatan masyarakat, yaitu pengakuaan lulusan perguruan tinggi kesehatan masyarakat, mulai dari tenaga Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), dan seterusnya;

4) Siap membantu Kementerian Kesehatan untuk menata ulang sistem dan menjamin sistem Primary Health Care yang mementingkan upaya promotif-preventif yang mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, dan pelayanan kesehatan dasar yang mudah di akses, tersedia lengkap dan merata, bermutu dan terjamin ketersediaannya;

5) Memulai mengembangkan sistem pendidikan tinggi di bidang pengobatan dan obat tradisional, dan sistem pelayanan kesehatan dengan modalitas pengobatan dan obat tradisional.

Penelitian dari FK UNPAD

Penelitian dari FK UNPAD

Selama tiga hari Konas, berlangsung 5 plenary session, 9 simposium paralel, 1 semiloka, 7 sessi makalah bebas, 2 sessi short presentation, presentasi poster serta sidang organisasi. Plenary 1 bertopik Politik & Kesehatan Bangsa, menampilkan 4 pembicara yaitu Prof. dr. Ascobat Gani, MPH, DrPH (FKM-UI); Prof. dr. Laksono

Trisnantoro, PhD (Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia); dr. Soemarjati Arjoso, SKM (Komisi VIII DPR-RI); dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD (Ketua Umum IAKMI), dengan moderator Dr. Arum Atmawikarta, SKM, MPH (Sekretariat MDG Nasional).

Pembicara pada Plenary 2 yang bertopik Global Network – Support & Diplomacy adalah Dr. Kanchit Limpakarnjanarat (WHO Representative to Indonesia) dan Mr. John Leigh (Director of Health AusAID) dengan moderator Dono Widiatmoko, SKM, MSc (Teesside University, Middlesbrough, UK).
Pada Plenary 3 yang bertopik Universal Health Coverage, tampil 3 pembicara yaitu Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F(K), Sp.KP (Kemenkes RI); Dr. Tono Rustiono (PT Askes) dan Dedi Supratman, SKM, MKM (Sekjen IAKMI Pusat) dengan moderator Dr. dr. Hyron Fernandez, MKes (Ketua IAKMI NTT).

Prof. Dr. John Adams

Prof. Dr. John Adams

Best-practice pengalaman program / kegiatan IAKMI daerah

Best-practice pengalaman program / kegiatan IAKMI daerah

Plenary 4 bertopik Pelayanan Tradisional dan Komplementer (Tradkom) dalam Pelayanan Kesehatan Modern, menampilkan Prof. Dr. Jon Adams (UTS / PHAA) dan Indah YuningPrapti,SKM, M.Kes. (B2P2TOOT Tawangmangu) dengan moderator dr. Agustin Kusumayati, MPH, PhD (Ketua BK Tradkom IAKMI). Sedangkan Plenary 5 bertema Gebyar Anak Bangsa menampilkan best-practice pengalaman program / kegiatan IAKMI daerah yang diwakili oleh 4 orang Ketua Pengda IAKMI, yaitu Dr. Deni K. Sunjaya, DESS (Jawa Barat), Prof. dr. Laksono Trisnantoro, PhD (Yogyakarta), dr. Rakhmat Bakhtiar, MPPM (Kaltim), dan Dr. dr. Hyron Fernandez, MKes (NTT). Bertindak sebagai moderator Dr. Ridwan Thaha, MSc (FKM Unhas).

Berlangsungnya 9 simposium paralel menunjukkan respons yang tinggi dari berbagai kalangan terhadap nilai strategis event Konas IAKMI XII ini untuk membahas issue-issue penting seputar kesehatan masyarakat. Simposium 1 diadakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dengan topik “Penerapan Kurikulum HIV pada Program Studi Kesehatan Masyarakat“ ; Simposium 2 diselenggarakan INDOHUN dengan tema “One Health and Global Challenge / Network for Public Health“ ; Simposium 3 oleh Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) tentang “Kesehatan Ibu & Anak“ ; Simposium 4 oleh JKKI tentang “Desentralisasi Kesehatan“ ; Simposium 5 oleh AIPMNH tentang “Initiative-Initiative Kabupaten untuk Kesehatan Ibu dan Anak di NTT“ ; Simposium 6 oleh The Union tentang “Politik Pengendalian Tembakau di Indonesia“ ; Simposium 7 oleh SC Johnson tentang “Mobilisasi Masyarakat untuk Menanggulangi Demam Berdarah“ ; Simposium 8 oleh AIPTKMI tentang “Pendidikan Etika untuk Menegakkan Integritas Profesi“ ; serta Simposium 9 oleh WHO SEARO tentang “Healthy Ageing Strategy“. Sementara BKKBN menyelenggarakan sebuah semiloka khusus tentang “Revitalisasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana untuk Membangun Manusia Indonesia Berkualitas” yang dihadiri oleh Kepala BKKBN Pusat, pejabat BKKBN Pusat, serta pimpinan BKKB Provinsi se-Indonesia. Dua narasumber dari IAKMI menyampaikan materinya pada Semiloka tersebut yaitu Prof. Dr. Charles Suryadi, MPH dan Prof. Dr. Hadi Pratomo, MPH.

Sekitar 170 orang mengirimkan abstrak penelitiannya ke panitia Konas. Tim reviewer memilih 69 abstrak diantaranya untuk dipresentasikan secara oral yang terbagi pada 7 sessi Makalah Bebas, yaitu Penyakit Tidak Menular & Epidemiologi (12 abstrak) ; Gizi Kesmas & KIA (10) ; Kesehatan Lingkungan & Keselamatan & Kesehatan Kerja (12) ; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan & Pengembangan SDM Kesehatan (12) ; Kesehatan Reproduksi, HIV-AIDS, Napza (12) ; Promosi Kesehatan (11). Sementara 20 abstrak dipresentasikan pada 2 kelas
short-presentation (masuk lewat deadline namun lolos seleksi oral). Sebanyak 6 abstrak yang dikoordinir oleh JKKI turut dipresentasikan pada Makalah Bebas tentang Kesehatan Jiwa dan Kebijakan Inovatif. Arena Konas juga disemarakkan oleh presentasi poster yang ditampilkan oleh 61 peserta. Selain itu, terdapat stand pameran yang diisi oleh berbagai institusi/perusahaan, seperti SC Johnson, PT Indomuncul, AusAID, AIPMNH, dll. Bersamaan acara pembukaan, sempat dilaksanakan kegiatan donor darah bagi para peserta Konas yang dikoordinir PAMI NTT dan PMI NTT.
Sehari menjelang Konas (tanggal 4 September), telah diadakan kegiatan Pra-Konas berupa Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah di Kampus Undana, serta Pelatihan One Health di Hotel Kristal. Sementara secara paralel diadakan pertemuan lain, yaitu Rapat Kerja VIII Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) dan Rapat HPEQ di Hotel Sasando, serta Forum Nasional IV Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) di Hotel On the Rock.

Sidang Organisasi Konas IAKMI XII agak berbeda dengan Konas-konas terdahulu yang biasanya berjalan mulus selama beberapa jam pada 1 sessi malam hari. Pada konas kali ini, sidang organisasi berlangsung seru, dinamis, sarat perdebatan pada 1 sessi siang dan 2 sessi malam. Dilaksanakan Sidang Komisi Perubahan AD/ART ; Sidang Komisi Etik Kesehatan Masyarakat ; Sidang Komisi Program Kerja ; serta Sidang Komisi Rekomendasi. Bahasan yang paling alot adalah tentang Anggaran Dasar IAKMI yang mengalami 2 hal perubahan cukup mendasar. Perubahan pertama adalah tentang bentuk keanggotaan IAKMI yang bersifat inklusif yang memungkinkan organisasi profesi kesehatan lainnya dapat menjadi anggota IAKMI. Disepakati terdapat anggota pribadi dan anggota lembaga Perubahan kedua adalah tentang perangkat pimpinan struktur organisasi IAKMI. Selain Ketua Umum, diusulkan terdapat pula Ketua Terpilih (president elect) yang akan menjadi Ketua Umum pada periode mendatang. Pendapat dari para Pengda terbagi dua, sebagian setuju untuk tetap mempertahankan format hanya ada Ketua Umum, sebagian lagi setuju dengan adanya Ketua Terpilih. Karena tak mencapai mufakat, maka diadakan voting. Hasil perhitungan suara dari 21 Pengda yang masih hadir hingga tengah malam itu adalah disepakati adanya Ketua Umum dan Ketua Tepilih.

Ketua Umum IAKMI Pusat periode 2010 – 2013, dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD

Ketua Umum IAKMI Pusat periode 2010 – 2013, dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD

Ketua Umum IAKMI Pusat periode 2010 – 2013, dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD secara aklamasi dipilih kembali sebagai Ketua Umum IAKMI periode 2013 – 2016. Laporan pertanggung-jawaban Beliau diterima oleh seluruh Pengda dan diminta untuk kembali menjabat Ketua Umum IAKMI Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Hanifa Maher Denny, SKM, MPH selaku Ketua Umum Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) dan Sdr. Awal Ramadhan selaku Sekjen Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) yang hadir pada sidang organisasi itu menyampaikan respons positif dan terima kasih kepada IAKMI yang selama ini merangkul mereka sehingga bisa berjalan seiring dan saling memperkuat dalam upaya peningkatan peran profesi kesehatan masyarakat di Indonesia.
Pemilihan Ketua Terpilih dilaksanakan secara voting. Sebelumnya, hasil diskusi para Pengda menetapkan dr. Agustin Kusumayati, MPH, PhD (FKM-UI) dan Dr. Ridwan Thaha, MSc (FKM-Unhas) sebagai dua orang calon Ketua Terpilih. Hasilnya, Dr. Ridwan Thaha, MSc mendapat suara lebih banyak dan secara resmi menjadi Ketua Terpilih IAKMI Pusat periode 2013 – 2016. Sidang organisasi yang dipimpin oleh Hyron Fernandez (IAKMI NTT), Jeffrey Jap (Ketua Panitia Konas), dan Husein Habsyi (IAKMI Pusat) tersebut ditutup sekitar pukul 04.00 subuh.

Di hari ketiga tanggal 7 September, Ibu Agustin selaku Ketua SC Konas IAKMI XII menyampaikan laporan pelaksanaan serta rekomendasi Konas IAKMI XII yang berisi antara lain : merekomendasikan kepada pemerintah, pemerintah daerah, DPR dan DPRD hal-hal sebagi berikut:
I. Kebijakan : RPJMN dan RPJMD Provinsi, Kab/Kota harus berwawasan Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
II. Penguatan Sistem Kesehatan
1. Ketenagaan
– Sertifikasi tenaga kesehatan dan akreditasi institusi pendidikan tinggi kesehatan;
– Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan
2. Pembiayaan Kesehatan
– Melaksanakan UU Kesehatan No. 36 tahun 2009 tentang alokasi biaya kesehatan sebesar 5% APBN (diluar gaji) dan 10 % APBD (diluar gaji) ;
– Program public health bersifat public good dan dibiayai oleh pemerintah
3. Penguatan Dinas Kesehatan
– Kepala Dinkes minimal berlatar belakang pendidikan sarjana kesehatan dengan S2 Kesmas ;
– Pemenuhan tenaga epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi dengan latar belakang minimal S2 kesmas ;
– Meningkatkan kemampuan dinkes dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan dan monev program kesehatan;
4. Penguatan Puskesmas
– Mengembalikan fungsi Puskesmas sebagai pembina kesehatan wilayah dengan fungsi penggerakan masyarakat, pelaksana Program upaya kesehatan masyarakat (UKM), pelaksana program upaya kesehatan perorangan (UKP), memantau dan mendorong pembangunan berwawasan kesehatan ;
– Pemenuhan tenaga kesmas epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi, analis, D3 akuntansi, dll.
– Penetapan status kelembagaan Puskesmas yang menjamin otonomi pengelolaan keuangan.

Disampaikan pula bahwa pada Konas kali ini dilaksanakan penandatangan dua buah Perjanjian Kerjasama (MoU), yaitu antara IAKMI dengan BKKBN, serta antara IAKMI dengan Public Health Association of Australia (PHAA). Implementasi rencana kerjasama tersebut harus ditindaklanjuti pengurus IAKMI periode selanjutnya.
Selanjutnya, disampaikan Update Info KPK-AR (Koalisi Profesi Kesehatan – Anti Rokok) oleh Ketua KPK-AR dr. Adang Bachtiar dan Sekjennya Dr. Rita Damayanti, MSPH. Koalisi ini dideklarasikan pada tahun 2012 di Jakarta oleh IAKMI, IAI, IBI, IDI, PDGI, PPNI dengan visi bersama Indonesia Bebas Rokok tahun 2025.

Penyerahan penghargaan (award) kepada tokoh KesMas

Penyerahan penghargaan (award) kepada tokoh KesMas

Seperti tradisi Konas sebelumnya, diumumkan dan diserahkan penghargaan (award) kepada individu-individu yang dianggap berjasa dan berkontribusi nyata dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Untuk katagori Mochtar Award (pengembangan penelitian) diberikan kepada Dr. Arum Atmawikarta, SKM, MPH dan Prof. Soemilah Sastroamidjojo, dr, SpGK; Katagori Sulianti Saroso Award (pengembangan program) diberikan kepada dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH ; dr. Sumaryati Arjoso, SKM dan Prof. Muhilal, PhD. Untuk katagori Does Sampurno Award (pengembangan institusi pendidikan) diberikan kepada Prof. DR. Tjipto Suwandi dan Dra. VG Tinuk Istiarti, MKes. Sedangkan IAKMI Award (katagori untuk Sarjana Kesehatan Masyarakat) diberikan kepada Husein Habsyi, SKM, MHComm ; Agung Dwi Laksono, SKM, MKes dan Dono Widiatmoko, SKM, MSc.

Konas IAKMI XII berlangsung sukses berkat dukungan kemitraan dari berbagai pihak. Untuk itu, diberikan plakat penghargaan kepada AIPTKMI, Kemenkes, BKKBN, Pemda NTT, Pemkot Kupang, KPAN, SC Johnson, UNION, SEAHUN, JKKI, WHO, AusAID, PT Askes, PT Sidomuncul, PHAA, Undana, dan Stikes CHMK.
Prof. Dr. dr. Alimin, MPH (Dekan FKM-Unhas) menyampaikan sekilas presentasi tentang kesiapan Pengda IAKMI Sulawesi Selatan menggelar Konas IAKMI XIII pada tahun 2016 di Makassar. Keseluruhan acara Konas ditutup secara resmi oleh Kepala Dinkes Provinsi NTT dr. Stefanus Bria Seran, MPH mewakili Gubernur NTT.

Jamuan makan di malam pertama Konas bersama seluruh peserta

Jamuan makan di malam pertama Konas bersama seluruh peserta

Faktor penting kesuksesan Konas IAKMI XII di Kupang adalah karena adanya dukungan penuh dari Pemda Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemkot Kupang. Secara fisik, Gubernur NTT Bapak Frans Lebu Raya menghadiri jamuan makan di malam pertama Konas bersama seluruh peserta. Esok harinya, Walikota Kupang Bapak Jonas Saelan mengundang seluruh peserta untuk santap malam dan menikmati hiburan di Restoran Nelayan. Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT dijadikan Sekretariat Panitia. Protokoler Bandara Sentani turut berperan menyambut para tamu khusus Konas. Bisa dikatakan bahwa Konas IAKMI XII ini bukan hanya menjadi agenda kegiatan Pengda IAKMI NTT ataupun kegiatan program kesehatan Dinkesprov, namun telah menjadi agenda kegiatan remsi Pemda Provinsi NTT.

Kesuksesan tentu saja dihasilkan berkat keseriusan kerja panitia lokal dibawah komando drg. Jeffrey Jap, MKes yang mengerahkan tenaga para mahasiswanya dari Stikes CHMK menjadi panitia pelaksana lapangan, selain juga berkat kegigihan kerja siang malam dari panitia pelaksana lainnya, seperti Dr. Yusi, Ibu Iin, Pak Yendris, Pak Vinsen, Mbak Yana, dll. Keseluruhan proses persiapan dan pelaksanaan Konas berjalan rapih berkat adanya pembagian peran dan tugas yang disepakati bersama antara Panitia Pusat dan Panitia Lokal. Para PIC (person in charge) dari Panitia Pusat (para mahasiswa kesmas di Jakarta) bekerja maksimal dan kompak di arena Konas untuk memperkuat kerja teknis panitia lokal.

Demikian selayang pandang Konas IAKMI XII Kupang. Sungguh kebahagiaan luar biasa menyaksikan antusias peserta dan layanan panitia yang prima. Sebelumnya, banyak pihak yang meragukan kesiapan dan kemampuan Pengda IAKMI NTT menyelenggarakan Konas tahun 2013 ini. Faktor geografis dan harga tiket pesawat dikhawatirkan sedikit peserta yang berminat datang ke Kupang. IAKMI dinilai nekad mengadakan Konas di NTT apalagi ingin menghadirkan menteri dan tokoh bangsa. Ternyata, fakta membuktikan bahwa Kupang mampu menggelar event terbesar public health tingkat nasional tersebut. Salut untuk teman-teman panitia lokal yang bersusah payah melakukan berbagai inovasi dan modifikasi venue, peralatan, dan berbagai layanan teknis lainnya agar segala keterbatasan mampu diatasi dengan baik. Sukses untuk kita semua. Tak ada gading yang tak retak, untuk itu mohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan. Kritik dan saran membangun sangat diharapkan untuk perbaikan langkah-langkah kita ke depan.

Sampai ketemu lagi di Makasar, 2016.
Dari Palembang lewat Bandung menuju Kupang,
IAKMI berkembang berkat pendukung penuh juang
Kita terus lari melaju terbang tinggi ke Makasar
Kerja keras demi ilmu dan profesi yang kian bersinar

sumber : dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD (Ketua Umum Terpilih IAKMI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s