karena apa yang dapat di beri, bukan apa yang dapat di terima

Jumhur Tawarkan Peluang Kerja Keperawatan di Luar Negeri

262370_03243023102013_jumhur-hidayat-6

JUMHUR HIDAYAT

BANDUNG, suaramerdeka.com – Negara maju seperti AS, Jepang, dan negara-negara di Eropa tengah mengalami pertumbuhan masyarakat berusia tua (the aging society) yang sudah tidak produktif lagi. Akibatnya, dunia maju membutuhkan tenaga kerja guna merevitalisasi ekonominya termasuk keperluan untuk merawat para orang tua.

“Ada jutaan peluang kerja sebagai perawat di mancanegara,” ujar Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat ketika memberikan kuliah umum pada Sidang Terbuka, Senat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi dalam rangka 300 orang Wisuda VIII Ahli Madya Kebidanan, Ahli Madya Keperawatan, dan Perawat, di Bandung, Rabu (23/10). Kepala BNP2TKI pada kesempatan itu juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Ketua Stikes Budiluhur Cimahi Ijun Rijwan Susanto tentang penyiapan tenaga kerja kesehatan.

Menurut Jumhur, dunia kerja tidak sebatas di Cimahi, Jawa Barat, Indonesia tetapi juga di luar negeri. “Di manapun anda bekerja, itu merupakan pengabdian bagi negara. Negara memberi apresiasi yang tinggi dengan anda bekerja di luar negeri. per tahun, sumbangan TKI yang masuk ke Indonesia sebesar Rp120 triliun melalui kiriman remitansi. Pengangguran dan kemiskinan teratasi dan kesejahteraan masyarakat meningkat serta menumbuhkan perekonomian di daerah,” katanya.

Jumhur menjelaskan, di luar negeri dunia memberi penilaian terbaik bagi TKI. Orang Indonesia itu dikenal unggul di semua bidang. Saat ini ada 6,5 juta TKI tersebar di 176 negara. “Setiap ketemu pengguna di luar negeri, mereka mengatakan sangat puas dengan kualitas pekerja kita,” paparnya.

TKI yang bekerja sebagai engineer di Timur Tengah disenangi pengguna, begitu juga dengan TKI perawat disayangi di Jepang dan negara lainnya, termasuk, mereka yang bekerja di kapal pesiar, terapi spa, perhotelan, konstruksi hingga di sektor rumah tangga disukai para penggunanya.

Menurut Kepala BNP2TKI, keunggulan TKI tidak terlepas dari upaya BNP2TKI untuk terus meningkatkan penempatan TKI formal sekaligus pada saat bersamaan mengurangi penempatan TKI informal seperti PLRT. Peningkatan itu didapat dari promosi gencar TKI formal ke mancanegara baik melalui roadshow, marketing intelligence dari perwakilan di luar negeri maupun dari employment business meeting BNP2TKI yang diadakan di luar negeri.

Keunggulan TKI bisa dilihat dari aspek hard skill seperti kompetensi mereka. Sementara kelemahannya  hanya satu yaitu kemampuan bahasa Inggrisnya. Karena itu, BNP2TKI terus bekerjasama dengan pusat-pusat unggulan (center of excellence) seperti dunia pendidikan dan asosiasi profesi untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris mereka. Kerjasama ini dilakukan salah satunya  melalui MoU dengan Stikes Budiluhur Cimahi.

BNP2TKI juga meningkatkan penempatan TKI formal melalui skema penematan kerjasama antarpemerintah (G to G) ke Korea Selatan, Timor Leste, dan Jepang. Di Jepang, ada ribuan perawat kita yang sudah ditempatkan guna merawat lansia bergaji Rp13 juta dan untuk perawat bisa 17 juta-25 juta per bulan.

Kepada para alumni Stikes, Kepala BNP2TKI menilai lulusan Stikes Budiluhur Cimahi terbaik dibandingkan Stikes lain. “Saya bangga sekali bisa hadir dan melihat keberhasilan anda di bidang akademis,” ujar Jumhur.

24 Oktober 2013 | 03:53 wib

Sumber Link : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/10/24/176881/Jumhur-Tawarkan-Peluang-Kerja-Keperawatan-di-Luar-Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s